Asuransi Bisa Hindari Petani Sampang dari Kerugian

0
13

SAMPANG – Kementerian Pertanian mengajak para petani di Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, untuk memanfaatkan asuransi pertanian. Terlebih, lahan pertanian seluas 309 hektare (Ha) milik warga terancam gagal panen akibat terendam banjir.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus selalu mengantisipasi keadaan yang membuat pertanian gagal panen.

“Gagal panen tentu akan merugikan petani. Oleh karena itu, kita mengajak petani untuk sama-sama menjaga lahan. Caranya dengan mengikuti asuransi pertanian. Dalam kondisi seperti ini, asuransi memberikan kepastian untuk petani dan bisa membuat petani terhindar dari kerugian,” katanya, Sabtu (19/12/2020).

Hal serupa disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy.

“Asuransi adalah bagian dari mitigasi bencana. Asuransi memiliki klaim yang akan diberikan kepada petani jika lahannya gagal panen. Jumlah yang diberikan sebesar Rp 6 juta perhektar, atau sesuai lahan yang gagal panen,” katanya.

Menurut Sarwo Edhy, dengan klaim tersebut petani tetap memiliki modal untuk kembali menanam.

“Jadi tidak ada alasan produksi berhenti karena petani tidak memiliki modal. Dengan memanfaatkan klaim, petani bukan hanya terhindar dari kerugian, tetapi juga memiliki modal untuk tanam kembali,” katanya.

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sampang menyebut, ratusan hektar sawah terancam mengalami gagal panen akibat terendam banjir.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Suyono menjelaskan, tanaman padi milik petani terancam gagal panen disebabkan banjir mencapai seluas 309 hektar.

“Petani padi di Sampang terancam gagal panen akibat banjir, padinya tergenang ketinggian air,” kata Suyono.

Ratusan hektar sawah terancam gagal panen dampak banjir tersebar di dua Kecamatan di Sampang, meliputi Kecamatan Kota Sampang dan Jrengik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here