Strategi Jitu Airlangga Angkat Tinggi Performa Golkar di Pilkada Serentak 2020

0
115

JAKARTA – Performa Partai Golkar sepanjang Pilkada Serentak 2020 terus diapresiasi. Sebab, partai ini mampu memenangkan persaingan hingga 61,1%. Ada banyak faktor yang terus dikupas, seperti network akar rumput yang kuat. Tokoh Golkar tersebar merata, hingga keberhasilan proses regenerasi kader mudanya. Lebih penting lagi, figur Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Airlangga pun dinilai sukses menerapkan kebijakannya dalam memuluskan langah partainya.

“Kami ucapkan selamat atas pencapaian terbaik kader Golkar di Pilkada Serentak 2020. Apa yang dilakukan oleh Partai Golkar pada 9 Desember 2020 itu terhitung luar biasa,” ungkap Peneliti Senior LIPI Siti Zuhro.

Ada beberapa faktor penting kebijakan Airlangga yang bisa digarisbawahi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut menerapkan kebijakan baru, yaitu Pilkada Tanpa Mahar. Kebijakan ini membuat internal partai lebih kondusif. Lebih seimbang antara pusat dan daerah. Airlangga juga memberikan space besar bagi kandidat potensial Golkar untuk memusatkan seluruh sumber dayanya. Totalitas memberikan ide dan gagasan dalam penguatan kampanyenya.

Menjadi momentum, kebijakan Pilkada Tanpa Mahar menjadi sangat populer di seluruh daerah. Ada banyak kader muda potensial yang muncul. Sebut saja, Dico Ganinduto yang masih berusia 27 tahun dan secara mengejutkan terpilih sebagai Bupati Kendal, Jawa Tengah. ‚ÄúPartai Golkar yang paling sukses dari lainnya. Strategi mereka berhasil, bahkan tidak meleset dari target awal,” terang Peneliti Senior tersebut.

Selain kebijakan Pilkada Tanpa Mahar, Partai Golkar juga memiliki rasionalitas tinggi. Partai ini selalu menggunakan kebijakan survei yang obyektif dalam memilih kandidat. Secara global, Airlangga terus menguatkan basis scientific bagi pilihan-pilihan Golkar. Artinya, meski politik bersifat dinamis tapi masih ada korelasi dengan menggabungkannya bersama ilmu pengetahuan.

Semakin tajam, unsur subyektivitas dipangkas habis. Sifatnya pun tidak menggangu hingga tercipta internal partai yang stabil. Potensi konflik internal partai pun berkurang drastis.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here