Mentan SYL Luncurkan Smart Green House, Pacu Produktivitas Pertanian

0
10

BOGOR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara resmi meluncurkan Eduwisata Smart Green House di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Senin (14/12/2020). Pada kesempatan itu, Mentan SYL menjelaskan jika pertanian menjadi tolok ukur kekuatan sebuah negara. “Kekuatan negara tergantung dari ketahanan pangan. Pangan tak bisa ditunda, makan tak bisa menunggu besok atau lusa. Apa yang kita lakukan ini (membangun Smart Green House) merupakan sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai masa depan sebuah bangsa besar yang namanya Indonesia,” kata Mentan SYL. 

Ia melanjutkan, penduduk Indonesia tidak berjumlah kecil. Bahkan, penduduk Indonesia menempati posisi keempat terbesar di dunia. “Indonesia ini negara besar. Kita bersyukur semuanya tersedia di Indonesia, tinggal tergantung bagaimana kita memanfaatkannya. Dengan menggunakan teknologi kita mengupayakan sistem pertanian yang maju, mandiri dan modern,” ungkap Mentan. 

Ke depan, Mentan melanjutkan, kualitas, kuantitas dan kontinuitas hasil pertanian dapat ditentukan melalui Smart Green House ini. “Kalau begitu cabai, tomat nanti produksinya tak lagi terhalang oleh cuaca, karena kita sudah atur suhunya melalui pendekatan-pendekatan yang ada. Kuantitas dan kualitasnya kita bisa ukur dan tentu saja bisa mengukurnya sampai dengan seperti apa kebutuhan pasar yang ada dan dibutuhkan. Efisiensi pertanian untuk menjadi bagian dari cost produksi pun bisa diperkirakan berapa margin yang harus bisa dicapai,” papar Mentan. 

Ke depan, Mentan SYL memprediksi masa depan Asia Tenggara bergantung Indonesia. Hal itu juga ia pernah kemukakan saat menjadi narasumber di Universitas Kebangsaan Malaysia. “Mengapa pertanian Thailand dan Vietnam maju? Karena mereka memanfaatkan mekanisasi dan teknologi. Dengan pemanfaatan teknologi yang kita punya, ke depan tak boleh ada cabai dan tomat yang terbuang sia-sia setelah panen karena tak terserap pasar. Kita harus pikirkan teknologi pengolahannya juga,” pesan Mentan SYL. 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy melaporkan, sebagai salah satu upaya peningkatan nilai tambah untuk optimalisasi produksi pertanian adalah melalui upaya pengembangan sarana dan prasarana pertanian serta penerapan teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran. “Pentingnya modernisasi di sektor pertanian menjadi hal yang sangat vital dalam percepatan produktivitas dan produksi pertanian. Pertanian saat ini sudah masuk di era industri 4.0. Maka, penerapan digital dan teknologi tidak dapat diabaikan, termasuk dengan disematkannya teknologi smart farming yang sekaligus membangun sentra produksi urban farming melalui teknik green house seperti yang ada di sini,” papar Sarwo Edhy. 

Sebagai proyek percontohan, Sarwo Edhy memaparkan jika telah dibangun Smart Green House atas kerja sama kami dengan BPPSDMP Kementan. “Ke depan akan menjadi tren pola penanaman yang dapat membantu meningkatkan produksi pertanian menuju pertanian yang maju, mandiri dan modern,” tuturnya. Ia melanjutkan, ke depan pertanian Indonesia akan menuju kepada pertanian yang maju, mandiri dan modern. “Maju artinya bahwa kita sudah mencoba mengubah mindset petani kita sudah mengubah peradaban petani dari pola tradisional ke modern melalui mekanisasi,” katanya.

Ia bersyukur kerja keras semua pihak di bawah arahan Mentan SYL sektor pertanian terus tumbuh meski pandemi COVID-19 menghantam berbagai sektor di Indonesia. “Alhamdulillah berkat Pak Menteri kita surplus pangan dan satu-satunya sektor yang bertumbuh 16,24 persen adalah sektor pertanian ini,” kata Sarwo Edhy.(****)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here