Rawan Banjir, Petani Cirebon Diminta Ikut Asuransi

0
10

CIREBON – Para petani di Cirebon, Jawa Barat, diminta untuk menjaga lahan pertaniannya dengan asuransi. Alasannya, sebagian besar lahan pertanian di Cirebon merupakan daerah rawan banjir.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus mengantisipasi banjir. Apalagi ada ancaman La Nina. Menurutnya, menjaga lahan dengan asuransi adalah langkah terbaik.

“Banjir termasuk ancaman serius buat pertanian. Dan salah satu yang bisa membuat petani menjadi gagal panen. Untuk itu, kepada para petani ayo kita jaga lahan kita. Manfaatkan asuransi yang ada,” kata Mentan SYL, Jumat (11/12/2020).

Pernyataan serupa disampaikan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy.

“Asuransi adalah salah satu bentuk perlindungan dari mitigasi bencana. Khususnya yang menyebabkan gagal panen. Jadi, sangat tepat rasanya jika petani memanfaatkan asuransi untuk menjaga lahannya,” terangnya.

Dijelaskan Sarwo Edhy, petani Gresik bisa memanfaatkan Asuransi Usaha Tani Padi.

“Yang pasti premi yang harus dibayarkan petani tidak besar. Namun, manfaat yang akan mereka dapat sungguh banyak. Petani bukan hanya terhindar dari kerugian akibat gagal panen, tetapi juga bisa kembali siap untuk menanam lagi lewat asuransi,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Ali Effendi, menuturkan daerah pertanian yang rawan banjir di Kabupaten Cirebon berada di wilayah barat diantarnya adalah Kecamatan Gegesik, Panguragan, Suranenggala, Kapetakan, dan Kecamatan Gunung Jati.

Untuk wilayah timur, adalah Kecamatan Mundu, Losari dan Kecamatan Pabedilan.

“Ketika memasuki musim kemarau deretan wilayah tersebut juga mengalami kekeringan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here