Jawa Timur Siapkan Alsintan dan Asuransi untuk Antisipasi La Nina

0
11

JAWA TIMUR – Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah yang mengantisipasi fenomena La Nina. Salah satunya Jawa Timur yang sudah menyiapkan sejumlah langkah, diantaranya memaksimalkan penggunaan alsintan dan asuransi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan fenomena La Nina harus diantisipasi sejak awal.

“Fenomena La Nina harus diwaspadai. Karena curah hujan menjadi meningkat. Kondisi ini bisa membuat pertanian menjadi gagal panen. Oleh karena itu harus diantisipasi sejak awal,” tutur Mentan SYL, Sabtu (12/12/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan langkah yang diambil Jawa Timur sangat tepat.

“Alsintan dan pompa bisa dimanfaatkan untuk segera menyedot air jika lahan terendam banjir. Ini bisa menjadi langkah awal. Tapi, jika curah hujan sangat tinggi bahkan menyebabkan banjir, asuransi adalah pilihan terbaik. Karena lahan yang gagal panen akan diganti rugi pihak asuransi,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (KP) Provinsi Jawa Timur, Hadi Sulistyo, mengaku telah melakukan beberapa langkah untuk meminimalkan dampak La Nina.

Diantaranya membentuk Brigade La Nina yang berisi brigade proteksi dan brigade alsin. Brigade ini disiagakan di setiap kabupaten.

Langkah lainnya adalah melakukan pompanisasi in and out dari sawah, dilanjutkan dengan melaksanakan rehabilitasi jaringan tersier, terutama di daerah rawan banjir.

Petani juga disarankan menggunakan benih yang sifatnya tahan akan genangan, seperti varietas Inpara 1-10, Inpari 29, Inpari 30, varietas unggul lokal yang dimiliki.

Langkah lainnya adalah asuransi usaha tani padi dan bantuan benih gratis bagi petani yang telah mengalami gagal panen (puso).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here