Petani Palaran Samarinda Rasakan Manfaat Embung Kementan

0
11

SAMARINDA – Pembangunan embung yang dilakukan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pembangunan embung secara swakelola oleh Kelompok Tani Pada Elo, dilakukan di Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, embung adalah bagian dari kegiatan padat karya.

“Embung dibangun untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian. Namun, kita juga berharap embung bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan buat buat petani,” kata Mentan SYL, Kamis (10/12/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengutarakan hal serupa.

“Embung mempunyai banyak manfaat yang bisa dimanfaatkan petani. Sebab, air yang ada di embung bisa digunakan juga untuk subsektor lain, seperti perkebunan, hortikultura, hingga peternakan,” katanya.

Menurut Sarwo Edhy, embung yang dibangun mampu mengairi lahan seluas 25 hektare (Ha). Air yang berada di embung, memanfaatkan mata air dan tadah hujan serta aliran anak sungai.

“Salah satu manfaat yang dirasakan petani adalah meningkatnya produktivitas dari 3,85 ton/ha menjadi 5 ton/ha,” terangnya.

Petani mengatakan kenaikan produktivitas dikarenakan adanya tampungan air. Sehingga air untuk irigasi persawahan selalu terpenuhi.

Kepala Dinas Pertanian Kota Samarinda, Endang Liansyah, mengatakan embung turut mempengaruhi produktivitas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Pembangunan embung ini tentunya membantu menambah ketersediaan sumber air dan cadangan air untuk mengairi lahan pertanian baik sawah, hortikultura dan perkebunan pada saat musim kemarau,” ujarnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here