Dilanda Banjir, Kementan Siap Bantu Mitigasi Sawah di Kudus

0
9

KUDUS – Banjir melanda lebih dari seribu hektare lahan persawahan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Ketinggian genangan banjir bervariasi mulai dari 40 cm sampai dengan 110 cm.

“Saya ingin lokasi ini diperbaiki dan kembali difungsikan sebagai lahan pertanian sebagai sumber kehidupan masyarakat sekitar,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Mentan SYL mengatakan, Kabupaten Kudus salah satu wilayah penyangga pangan dan kawasan pertanian nasional yang harus dipulihkan dengan kekuatan gerakan kedaulatan pangan. Menurut dia, Kudus salah satu kabupaten subur yang berpotensi mendorong Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

“Karena itu pertanian adalah bagian dari gerakan yang harus kita bangun bersama. Sektor pertanian harus menjadi konsep pendidikan dan edukasi yang baik untuk menghidupkan perekonomian masyarakat luas,” kata Mentan SYL.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy memastikan, upaya pencegahan maupun penanggulangan dampak hujan berupa banjir di area persawahan akan lebih efektif. Kementan, menurut dia, telah menyiapkan seluruh kebutuhan sarana prasarana.

“Pemerintah akan menyiapkan upaya pompanisasi untuk area banjir dan bantuan bibit gratis. Silakan pemda koordinasi untuk menyiapkan pompanisasi jika masih terdapat genangan di sawah,” kata Sarwo Edhy.

Selain itu, Pemerintah akan memberikan bantuan bagi para petani yang sawahnya terdampak banjir. Bantuan itu terbagi menjadi dua kategori, yakni sawah dengan asuransi tani dan sawah tanpa asuransi tani.

“Bagi petani yang sawahnya memiliki asuransi tani, pemerintah akan memberikan kompensasi senilai Rp 6 juta per hektare. Sementara untuk petani yang sawahnya tidak memiliki asuransi tani, hanya akan diusulkan pemberian bibit gratis,” ujar Sarwo Edhy.

Dia menjelaskan, kalkulasi kompensasi asuransi itu sudah diperhitungkan dan diperkiran cukup bagi petani untuk melakukan budi daya lahannya mulai dari pengolahan lahan, membeli benih, dan juga pupuk.

“Mengingat cuaca yang tidak menentu, kami terus dorong petani mengasuransikan lahannya sebelum tanam. Ini agar lebih aman dan nyaman dalam usaha taninya,” kata Sarwo Edhy.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan monitoring terhadap dampak hujan terus menerus selama tiga hari di Kudus terhadap tanaman persawahan pada MT I (musim tanam pertama). Dari pantauan diketahui ada 1.574 hektare pertanaman yang tergenang air dengan ketinggian air antara 40 cm sampai dengan 110 cm.

“Usia tanaman antara lima hari sampai dengan 65 hari yang tersebar di lima kecamatan,” kata Catur Sulistiyanto.

Catur mengatakan, lima kecamatan di Kudus terdampak genangan banjir di lahan persawahan. Kecamatan paling terdampak adalah di Undaan, kemudian di Kecamatan Jekulo, dan Mejobo.

“Di Kecamatan Jati ada 1 hektare, di Kecamatan Kaliwungu ada 4 hektare di Kecamatan Jekulo ada 529 hektare, di Kecamatan Undaan ada 666 hektare dan di Kecamatan Mejobo ada 374 hektare,” sebut Catur.

Catur menjelaskan, pihaknya telah meminjamkan pompa air kepada warga untuk mengatasi genangan air tersebut. Pihaknya juga memfasilitasi pengajuan klaim asuransi petani jika tanaman padi mengalami puso.

“Langkah kami meminjamkan pompa air yang ada di kita untuk mengeluarkan air dari persawahan, memfasilitasi untuk pengajuan klaim asuransi petani karena sebagian adalah peserta asuransi petani atau AUTP, kemudian kami mendata kebutuhan benih pada petani bila nanti benar-benar tanaman tersebut mengalami puso,” jelas Catur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here