Luas Layanan Irigasi di Pati Meningkat Berkat RJIT Kementan

0
9

PATI – Luas layanan irigasi di Desa Puncel, Kecamatan Dukuh Seti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami peningkatan drastis. Hal ini terjadi setelah Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan kegiatan padat karya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kegiatan RJIT dilakukan untuk mendukung pertanian.

“Kementerian Pertanian ingin mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Caranya, dengan memastikan air yang berada di saluran irigasi bisa sampai ke lahan-lahan persawahan. Hal ini bisa dilakukan dengan dukungan RJIT,” tuturnya.

Sementara Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan RIT juga diharapkan bisa membantu peningkatan pendapatan petani.

“Kegiatan RJIT dilakukan secara swakelola oleh masyarakat petani. Dengan harapan petani bisa turut bertanggung jawab dalam membangun dan menjaga saluran irigasi yang direhab. Karena kita ingin RJIT bisa turut membantu menambah pendapatan petani,” katanya.

Kegiatan RJIT di Desa Puncel, Kecamatan Dukuh Seti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Tani Pandan Cili I
yang diketuai Abdul Aziz.

Kondisi saluran irigasi sebelum di perbaiki berupa saluran tanah. Hal ini membuat distribusi air ke lahan sawah kurang lancar karena banyak mengalami kebocoran.

“Dengan RJIT, saluran irigasi ini kita benahi menjadi saluran permanen menggunakan konstruksi pasangan batu sesuai dengan keinginan anggota kelompok,” katanya.

Dampaknya sangat positif. Karena, luas layanan irigasi yang sebelumnya mengairi lahan seluas 40 Ha, kali ini bertambah menjadi 64 Ha.

Produktivitas pun mengalami peningkatan. Sebelumnya produktivitas hanya 6 ton/ha, diharapkan setelah saluran di rehab mengalami kenaikan menjadi 7 ton/ha, dengan indeks pertanaman (IP) 300 atau 3 kali dalam 1 tahun.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here