We Love Bali, We Love Hutan Mangrove Bali

0
25

BALI – Hutan Mangrove atau dikenal dengan sebutan hutan bakau, berfungsi atau bermanfaat untuk menahan gelombang air laut yang masuk ke daratan. Dengan adanya hutan bakau, maka abrasi atau pengikisan tanah pinggir pantai dapat dikurangi. Fungsi hutan mangrove bagi lingkungan pantai sangat penting. Terutama saat ada gelombang besar air laut masuk ke daratan. Pulau Bali dikelilingi oleh laut dan ombak besar, adanya di pantai yang berada di Bali Selatan. Untuk melindungi pantai di Bali selatan dari abrasi, maka dibuatlah hutan bakau, kerjasama antara pemerintah provinsi Bali dengan negara Jepang.

Kawasan hutan bakau di Bali berada tepat di jalur keramaian kabupaten Badung, yang setiap harinya dipenuhi dengan kebisingan lalu lintas dan polusi udara. Tentunya dengan adanya banyak pohon di hutan bakau, dapat mengurangi polusi udara di kawasan dekat hutan bakau Bali. Kawasan hutan mangrove Bali memiliki luas sekitar 1.300 hektar.

Hutan Bakau atau hutan mangrove berada di wilayah Denpasar Selatan ini menawarkan destinasi wisata dengan suasana alam hijau yang menyenangkan dan bahkan suasananya cukup romantis, sehingga bisa juga untuk melengkapi tujuan tour mengisi acara liburan bulan madu anda. Tempat rekreasi hutan mangrove di Denpasar ini sekarang cukup populer, dengan jembatan kayu (boadwalk) ke tengah hutan, menjadikannya tempat rekreasi trekking menarik.

Hutan mangrove di Denpasar ini juga ideal untuk tujuan study tour bagi anak-anak, bisa  sebagai tempat pembelajaran atau edukasi tentang pelestarian dan konservasi tanaman bakau. Hutan yang begitu penting apalagi untuk wilayah perkotaan yang rentan dengan polusi dan gas buang kendaraan, dengan adanya keberadaan tanaman tersebut bisa sebagai penyeimbang udara agar tetap segar dan bersih.

Human Mangrove Bali saat ini didukung oleh Kemenparekraf untuk mendukung protokol kesehatan serta percepatan pemulihan industri,

“We Love Bali. Semua memberikan apresiasi besar kepada Pulau Dewata. Percepatan pemulihan industri harus dilakukan dan diberikan. Momentumnya ideal karena berada ditransisi New Normal. Program CHSE juga diterapkan di sana. CHSE tentu jadi garansi keamanan dan kesehatan wisatawan di sana,” ungkap Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Rizki Handayani.

“Kami terus meningkatkan kualitas destinasi secara menyeluruh. Wisatawan akan nyaman berada di Bali. Sekali lagi, Bali sangat siap menyambut wisatawan New Normal. Jadi, silahkan datang langsung ke Bali. Pergerakan wisatawannya di sana kompetitif,” jelas Kiki-sapaan Rizki Handayani.

Kepercayaan publik terhadap Bali terus pulih juga seiring penanganan intensif Covid-19 di sana. Apalagi, Bali juga segera menerima distribusi vaksin Covid-19. Sarana prasarana dan instalasi kesehatan di sana sudah menggelar pengujian, simulasi, juga sertifikasi sejak 2 bulan terakhir. Komposisinya ada 12 rumah sakit dan 120 Puskesmas hingga awal Desember 2020. Sebanyak 2,6 Juta warga Bali pun siap divaksinasi.
“Semua skenario penanganan Covid-19 di Bali sangat bagus dan terukur. Wisatawan pokoknya dijamin semuanya,” tutup Kiki.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here