Berkat We Love Bali, Air Abadi Sanih Makin Dikenal Dunia

0
17

BULELENG – Bali Utara memiliki daya tarik tak kalah menarik untuk panorama keindahan alam. Salah satunya adalah wisata air Sanih yang terletak di Buleleng. Wisata air ini memiliki keunikan daripada kolam pemandian pada umumnya.

Keunikan pemandian air Sanih terletak pada sumber mata air jernih yang muncul dari dalam tanah. Fakta alam ini yang tak ditemui di kolam pemandian lainnya, yang biasa menggunakan mesin untuk sirkulasi air.

Masyarakat setempat mempercayai sebuah mitos tentang munculnya mata air tersebut. Mereka percaya dengan mitos jelmaan dewa yang menyerupai kakek penjual air. Orang tua kumal ini biasa menjajakan barang dagangannya mulai barat hingga ke bagian timur Buleleng, tapi hanya warga Buleleng bagian timur yang bersedia membeli airnya.

Ketika volume air masih separuh, kakek yang dipercaya sebagai jelmaan itu sengaja membuangnya di sana. Sejak itu, muncul mata air jernih dari dalam tanah. Mata air itu kemudian diberi nama Sanih oleh warga sekitar. Penamaan Sanih karena letak mata air dekat dengan pantai.

Mitos lain pun muncul seperti enteng dan awet jodoh. Karena itu, tak heran apabila melihat pasangan muda-mudi berendam bersama di kolam pemandian tersebut. Mereka sengaja datang karena mempercayai hal tersebut.

Banyak keluarga juga sengaja datang ke kolam unik tersebut. Mereka membawa buah hati untuk menikmati keindahan pemandian air Sanih. Selain kolam untuk dewasa, kolam pemandian ini juga tersedia untuk anak-anak. Aneka permainan anak seperti perosotan menambah seru kolam pemandian tersebut.

Para tamu yang menikmati pemandian air Sanih memang tak hanya disuguhkan keunikan kolam, tapi pengunjung dapat pula menikmati deburan ombak pantai. “Kolam pemandian (Sanih) ini masih terletak di Pantai Lovina. Biasanya kolam air yang dekat dengan pantai akan terasa asin, tapi tidak dengan kolam ini. Air yang berada di kolam air Sanih tawar dan sangat segar,” ujar I Made Adhyaksa, warga Buleleng.

Yang jelas, mata air itu memiliki banyak manfaat bagi semua orang. Bukan saja sebagai tempat pemandian, mata air Sanih juga digunakan oleh PDAM Buleleng sebagai penyedia ketersediaan air bersih untuk warga Buleleng.
Untuk sampai ke sini, para pengunjung membutuhkan waktu sekitar tiga jam perjalanan darat dari Pantai Sanur. Perjalanan itu akan terbayar lengkap ketika mereka merasakan segarnya air di kolam pemandian air Sanih, apalagi biaya masuk ke tempat pemandian tak begitu mahal. Para pengunjung dipatok Rp5.000 untuk menikmati sensasi berenang di kolam renang yang memiliki sumber air abadi.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, menuturkan, program We Love Bali dan CHSE yang terus didengungkan dapat membantu agar obyek wisata seperti pemandian air Sanih makin dikenal luas.
“We Love Bali. Semua memberikan apresiasi besar kepada Pulau Dewata. Percepatan pemulihan industri harus dilakukan dan diberikan. Momentumnya ideal karena berada ditransisi New Normal. Program CHSE juga diterapkan di sana. CHSE tentu jadi garansi keamanan dan kesehatan wisatawan di sana,” ungkap Rizki. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here