Kemenparekraf Manfaatkan Momen Akhir Tahun untuk Luncurkan We Love Bali

0
12

DENPASAR – Momentum pergantian tahun sudah di depan mata. Kesempatan ini dimanfaatkan Kemenparekraf/Baparekraf untuk meluncurkan program We Love Bali, sekaligus memasifkan tagar #DiIndonesiaAja.

Menurut Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Event Kemenparekraf Rizki Handayani, We Love Bali adalah program perjalanan atau trip di Bali.

“We Love Bali terdiri dari 10 program perjalanan berbeda yang akan dilaksanakan 6 – 8 Desember 2020. Seluruh program berlangsung selama tiga hari dua malam ke berbagai destinasi wisata di Bali,” tuturnya, Jumat (4/12/2020).

Destinasi yang akan dikunjungi antara lain The Blooms Garden yang menawarkan wisata swa foto karena memiliki hamparan kebun bunganya yang luas dan indah, mengunjungi Pura Ulun Danu Beratan yang memiliki keunikan karena berada di tengah danau dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut sehingga cuacanya terasa sejuk.

Rute lainnya adalah mengunjungi Air Terjun Banyumala di daerah Wanagiri yang terkenal sebagai salah satu air terjun terindah di Bali. Banyumala memiliki dua air terjun kembar dengan ketinggian sekitar 20 meter dan mempunyai sebuah kolam yang terbentuk secara alami dengan diameter kurang lebih 15 meter. Peserta dapat berenang atau sekedar berendam.

“Peserta juga kita ajak menyaksikan atraksi lumba-lumba di habitat aslinya pada saat matahari terbit. Dan ini adalah salah satu highlight yang tidak boleh dilewatkan dalam Program 1,” katanya.

Selain itu, atmosfer sejarah Singaraja tempo doeloe akan terasa pada saat mengunjungi Pelabuhan Eks Singaraja, Museum Soenda Ketjil, Pura Beji Sangsit dan Pura Meduwe Karang yang sudah ada sejak beberapa abad lalu.

Program 1 dilanjutkan dengan mengunjungi tempat yang tidak kalah menarik yaitu kawasan Batur Natural Geopark.

“Di sini peserta akan diajak untuk menguji adrenalin dengan bersepeda dan berkemah di tengah pemandangan black lava dan panorama Gunung serta Danau Batur dan berendam di air panas alami yang bisa membuat badan menjadi rileks,” terang Rizki Handayani.

Di hari terakhir Program 1, salah satu desa terbersih di dunia sudah menanti untuk dikunjungi, yaitu Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli. Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang masih menjaga erat kelestarian budaya dan adat istiadatnya.

“Di Desa Adat Penglipuran, peserta akan diajarkan membuat minuman tradisional khas Desa Adat Penglipuran yaitu Loloh Cemcem. Peserta juga diajarkan cara membuat anyaman bambu yang bahan utamanya diambil dari hutan bamboo di sekitar Desa Adat Penglipuran,” terangnya.

Rizki Handayani menambahkan, Program We Love Bali diadakan sebagai bentuk implementasi protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment).

“Program CHSE telah kita terapkan dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta menstimulus kegiatan pariwisata di Bali khususnya,” tuturnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here