Demi Blow Up Popularitas, Saraswati Tebar Hoaks 500 Kasus KDRT Tangsel Sepanjang 2019

0
21

TANGERANG SELATAN – Politik kotor terus dikembangkan Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati. Demi mem-blow up popularitasnya, Saraswati justru menebar hoaks dalam putaran 2 Debat Publik Pilkada Tangsel 2020, Kamis (3/12) malam. Saraswati menyebutkan terjadi 500 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Tangsel sepanjang 2019. Nyatanya, info itu salah!

“Ada 500 kasus lebih KDRT tahun lalu. Komnas perempuan mengatakan, kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak-anak terus meningkat,” kata Saraswati dalam sesi penajaman Visi-Misi Debat Publik Pilkada Tangsel 2020 terkait program sistem keamanan warga dengan panic bottom berbasis teknologi.

Hanya saja, paparan data Saraswati tersebut sangat berbeda dengan kenyataan dan fakta di lapangan. Sebab, kasus kekerasan perempuan dan anak di Tangsel sepanjang 2019 hanya terjadi 199 kasus. Lebih menarik, tren 6 kasus yang menonjol justru menurun. Komposisi kasus yang menonjol itu yaitu, anirat (penganiayaan berat), pembunuhan, surat, curat, curanmor, hingga PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

Tren 6 kasus yang menonjol tersebut turun menjadi 679 perkara pada 2019. Sebelumnya, di tahun 2018 muncul 865 kasus. Untuk kasus pembunuhan naik 150%, yaitu dari 2 menjadi 5 kejadian. Kalkulasi pada kejahatan perempuan dan anak memang naik 16%. Sebab, pada tahun sebelumnya hanya terjadi 172 kasus. Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan mengatakan, grafik kekerasan pada perempuan dan anak memang naik tidak sampai angka lebih dari 500 kasus.

“Pada kasus PPA memang didominasi KDRT, seperti suami terhadap istri. Kasus lainnya kekerasan ayah kepada anaknya, baik kandung maupun tiri. Secara umum, kasus PPA ada 199 dan itu naik sekitar 16%,” tegas Ferdy.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here