Konsultan IPDMIP di NTB-NTT Melakukan Koordinasi dan Workshop

0
57
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

MATARAM – Agar tugas bisa lebih lancar lagi, para konsultan di proyek Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) di NTB dan NTT melakukan koordinasi dan workshop. Kegiatan Workshop & Koordinasi Tingkat Regional dilaksanakan 2 hari, 28 sampai 30 September 2020 di Hotel Jayakarta, Jln. Jendral Sudirman No.22A Rembiga, Mataram – NTB.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, tugas yang diemban IPDMIP tidaklah mudah. Karena IPDMIP harus bisa meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah perilaku petani.

IPDMIP juga diharapkan bisa mendukung target swasembada beras sesuai dengan Program Nawacita. Ia menegaskan, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi terhenti.

“Tanggung jawab pertanian adalah menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia. Ini merupakan semangat bagi keluarga besar Kementerian Pertanian (Kementan) dan semua pelaku pembangunan pertanian,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengatakan, IPDMIP merupakan program di bidang irigasi untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi, maupun kewenangan kabupaten.

“Kita akan terus berupaya mempercepat Pelaksanaan IPDMIP. Kita berharap pembangunan pertanian melalui IPDMIP dapat meningkatkan pendapatan petani, khususnya di daerah irigasi dan masyarakat sekitar program tersebut,” katanya.

Ditambahkannya, IPDMIP dirancang untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Komitmen ini diwujudkan melalui meningkatkan produktivitas padi, merehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi, mencetak 1 juta hektar sawah beririgasi, menjamin tersedianya air untuk irigasi, serta meningkatkan infrastruktur pertanian.

Menurut Team Leader (TL) para konsultan di daerah, Sukmawati, IPDMIP dirancang untuk mewujudkan sasaran pembangunan pertanian di Indonesia.

“Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk mencapai swasembada beras. Untuk itu, diperlukan upaya yang besar untuk meningkatkan produktivitas padi. Peran irigasi sangat penting untuk meningkatkan produksi padi,” katanya.

Dijelaskan Sukmawati, saat ini sebanyak 7,2 juta hektar daerah irigasi dan setengah dari sarana irigasi yang ada memerlukan perbaikan. Hal ini harus dilakukan karena pengelolaan sumber daya air dan jaringan irigasi memegang peranan yang sangat penting dalam mendorong peningkatan produksi beras nasional.

Menurutnya, kegiatan IPDMIP dilaksanakan di 74 Kabupaten dalam 16 Provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Agar semua konsultan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik, maka perlu pemahaman menyeluruh terhadap detail kegiatan proyek IPDMIP. Dari rancangan proyek, organisasi dan manajemen proyek, proses perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring evaluasi dan pelaporan. Untuk itu perlu dilakukan Workshop & Koordinasi Tingkat Regional-7 Provinsi NTB dan Provinsi NTT,” jelasnya.

Sukmawati mengatakan, tujuan dari Workshop & Koordinasi Tingkat Regional-7 ini adalah untuk Menjelaskan tentang rancangan komponen 4 (pertanian) dan kedudukannya dalam IPDMIP secara keseluruhan; Menjelaskan tentang Project Implementation Manual; dan mendiskusikan isu-isu penting untuk pelaksanaan Proyek IPDMIP dan membahas upaya-upaya pemecahannya secara bersama-sama agar tidak terjadi kendala dalam pelaksanaannya di lapangan.

“Output dari Workshop & Koordinasi Tingkat Regional-7 ini adalah Peserta memahami rancangan komponen 4 (Pertanian) dan kegiatan serta kedudukannya dalam Program IPDMIP, dan Tersedianya rumusan untuk mengatasi isu-isu penting untuk pelaksanaan Proyek dan membahas upaya-upaya pemecahannya secara bersama-sama agar tidak terjadi kendala dalam pelaksanaannya dilapangan,” katanya.

Menurut Tim Teknis IPDMIP, Yulia, workshop dibuka oleh Kepala Balai Pelatihan Tanaman pangan dan Perkebunan Nusa Tenggara Barat (NTB) Hendro Yulistiono, yang didampingi Narasumber dari NPIU Alimin Yahya.

“Hasil yang ingin dicapai oleh kegiatan ini adalah terlaksana kegiatan Proyek IPDMIP secara efektif dan efisien,” katanya.(YTS/ EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here