Poktan di Simalungun sambut SL IPDMIP dengan Rembug Tani

0
43
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

LIPUTAN1.COM//SIMALUNGUN – Pandemi Covid-19 tidak mengurangi semangat para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Parsambilan II Nagori, Simalungun, Sumatera Utara. Mereka tetap aktif melakukan persiapan Sekolah Lapang (SL) yang rencana akan dilaksanakan pada Musim Tanam II Oktober-Maret 2020.

Semangat para petani diapresiasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

“Sekolah Lapang memberikan banyak manfaat buat petani. Bekal ilmu ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi dan juga kesejahteraan petani. Untuk itu harus diikuti dengan sungguh-sungguh,” katanya, Sabtu (26/9/2020).

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi.

“Salah satu tujuan dari sekolah lapang IPDMIP adalah meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan petani terus ditingkatkan. Salah satunya lewat sekolah lapang,” katanya.

Lewat SL, para petani diharapkan mampu memproduksi benih unggul yang dapat meningkatkan produktivitas lahannya. Persiapan SL di Simalungun dimulai dari Rembug tani awal yang dilakukan oleh Kelompok Tani Parsambilan II di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Hantonduhan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 September 2020 di halaman rumah petani. Keterlibatan gender pun diperhatikan dalam kegiatan Rembug tani ini, sehingga dari 30 orang peserta rembug tersebut, 20 orang adalah petani laki-laki dan 10 orang petani perempuan.

Rembug tani dilakukan untuk melihat kesiapan kelompok tani dalam pelaksanaan sekolah lapang (SL), juga untuk menampung aspirasi petani dan permasalahan yang ada di kelompok, serta menentukan lokasi pembelajaran kelompok/laboratorium lapangan (LL).

Laboratorium lapangan tersebut merupakan wadah sebagai tempat pembelajaran petani dalam menerapkan konsep usaha tani terpadu yang nantinya akan diberikan bantuan berupa sarana produksi oleh DPIU IPDMIP Kabupaten Simalungun. Laboratorium Lapangan berupa lahan dengan luas 0,1 Ha sesuai dengan anggaran yang tersedia.

Rembug dihadiri Tenaga Pengawas Benih Tanaman (PBT) Provinsi Sumatera Utara Antoni Nababan, Tenaga Penyuluh Kabupaten Nurpede Sihombing, dan Mesdi, Tenaga penyuluh kecamatan Sando Sinaga, PPL Nagori Jawa Tongah II Sanni Evalina Silalahi, Konsultan Kabupaten Bapak Muhammad Ridwan. Kegiatan ini diInisiasi DPIU IPDMIP Kabupaten Simalungun Kadar Situmorang.

Bantuan yang akan diberikan kepada kelompok tani dalam Kegiatan Sekolah Lapang tersebut berupa penyediaan benih pokok berlabel ungu oleh PPIU IPDMIP di Dinas Pertanian Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Sumatera Utara.

Petani yang ada di lokasi IPDMIP Kabupaten Simalungun diharapkan akan menjadi petani penangkar yang mampu memproduksi benih sebar berlabel biru untuk kebutuhan MT I April- September 2021.

Maka dari itu peranan Pengawas Benih Tanaman (PBT) sangatlah penting untuk memberikan materi-materi pembelajaran tentang penangkaran benih dan pengawasan benih di lapangan untuk menjadikan benih bersertifikat yang unggul dan bermutu, juga bernilai jual tinggi, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di lokasi IPDMIP. (Sri Wijiastuti/EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here