Review Kegiatan IPDMIP Dilakukan dalam Pertemuan Bulanan di Madiun

0
42
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

LIPUTAN1.COM//MADIUN – Salah satu kegiatan dalam rencana kerja tahunan Program Integrated Participatory Development and Manajemen of Irrigation Project (IPDMIP) adalah melaksanakan pertemuan bulanan. Tujuannya untuk me-review pelaksanaan kegiatan bulan sebelumnya.

Di Madiun, pertemuan review bulanan kegiatan IPDMIP dilakukan Rabu (26/08/2020), dan dihadiri Dinas Pertanian dan Perikanan Kab Madiun, Bappeda, Koordinator Penyuluh Kecamatan Kab. Madiun, PPL Wilayah Binaan, Staf Lapang IPDMIP, K/TPM Kab. Madiun, Korkab IPDMIP Kab. Madiun dan Konsultan On Granting, serta Ketua Gapoktan.

Dalam sambutannya, DPIU IPDMIP Kab Madiun Parna menyampaikan bahwa dalam situasi pandemi ini, sektor pertanianlah yang menjadi ujung tombak peningkatan ekonomi. Selain itu juga mendukung ketahanan pangan di tingkat kabupaten.

“Kepada semua pelaku program IPDMIP diharapkan agar menjadikan pertemuan bulanan ini untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Permasalahan atau kekurangan pada pelaksanaan kegiatan sebelumnya harus menjadi catatan penting serta memecahkan semua permasalahan bersama sama agar kegiatan IPDMIP berjalan lebih baik dan efektif,” tegas Parna, Selasa (15/9/2020).

Kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi oleh koordinator penyuluh Kabupaten Madiun, terkait Sekolah Lapang (SL).

Menurutnya, Sekolah Lapang bukan sekedar belajar dari pengalaman, melainkan suatu proses sehingga peserta dapat menguasai proses penemuan ilmu yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen lahan pertaniannya maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan agar proses Sekolah Lapangan dapat menyiapkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika sekarang dan tantangan masa depan.

Kegiatan IPDMIP di Madiun dilaksanakan di Daerah Irigasi (DI) Ketupu, Kawung, Sedah, Craken dan Sareng yang melingkupi 15 desa.

“Kelembagaan/organisasi kelompok tani harus selalu aktif sebagai wadah untuk komunikasi antar petani, dengan melakukan pertemuan-pertemuan rutin seperti yang dilaksanakan saat ini untuk mereview, dan membahas permasalahan serta berdiskusi untuk mencari pemecahan masalah bersama-sama,” tegas Parna.

Sektor pertanian adalah sektor yang tidak begitu terdampak pandemi seperti sektor lain, tetapi dalam usahatani tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 yang berlaku.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian menegaskan agar pertanian tidak berhenti di masa pandemi. Karena, hasil produksi pertanian dituntut untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Sementara Wakil Bappeda Madiun, Dedy, menyampaikan bahwa IPDMIP ini adalah proyek yang terintergrasi dengan Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang serta BPPKAD selaku Bendahara Umum Daerah.

“Program IPDMIP mengintegrasikan irigasi dan lembaga petani dengan tiga hal pokok, yaitu irigasi, peningkatan produksi hasil pertanian dan peningkatan pendapatan petani. Disini peran PPL sangatlah penting untuk berbagi informasi dan inovasi dibidang pertanian dan tujuan dari program ini dapat terwujud dan stimulus yang diberikan pemerintah tidak sia-sia,” tutur Dedy.

Pada Sesi akhir, terkait pelaksanaan dan kendala yang di hadapi dilapangan, beberapa Gapoktan menyampaikan apresiasinya dengan adanya kegiatan SL program IPDMIP ini. SL dirasakan petani memberikan manfaat karena memberikan informasi dan inovasi-inovasi di bidang pertanian.

Ilmu-ilmu yang didapat di sekolah lapang seperti Jajar Legowo, pembuatan agen hayati dan pengendalian hama menggunakan pestisida hayati telah dipraktikan di beberapa lahan petani yang mengikuti SL.

Kendala yang dihadapi petani, rata-rata hampir sama yaitu hama tikus dan hama wereng. Dengan inovasi penggunaan pestisida hayati selain sederhana, biaya murah dan juga mendukung upaya pemerintah dalam pencemaran lingkungan dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Secara umum dalam kegiatan review bulanan ini, yang menjadi catatan adalah upaya pengendalian hama wereng menggunakan pestisida baik kimia maupun nabati tembakau, Pengendalian hama tikus masih sulit dikendalikan, Inovasi untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi, di masa pandemi Covid-19 ada dua solusi yang bisa dilakukan bersama-sama. Pertama adalah pendekatan medis, kedua pendekatan pangan.

“Pendekatan pangan tidak kalah penting dari kesehatan. Karena dalam situasi dan kondisi apa pun, pangan tidak boleh bersoal. Apalagi dalam kondisi seperti pandemi Covid-19 sekarang. Oleh karena itu, seluruh insan pertanian di mana pun berada, Kementerian Pertanian punya tugas menyediakan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Karena itu Dedi Nursyamsi meminta proses produksi pangan dan pertanian tidak berhenti. Karena, hanya pertanian yang bisa menyediakan pangan.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan IPDMIP membawa manfaat positif buat petani.

“Kita ingin petani dan penyuluh yang menjadi peserta IPDMIP bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan mengaplikasikannya di lahan pertanian. Karena, IPDMIP memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi pertanian,” katanya.(Tim DPIU IPDMIP Kab Madiun dan Konsultan Pendamping /EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here