Support Kostratani, Garut Optimalkan Potensi Kaum Milenial

0
34

GARUT – Respon positif ditunjukan stakeholder pertanian Garut yang akan mengoptimalkan potensi kaum milenial di Kota Dodol ini. Harapannya, bisa meningkatkan produksi pertanian sekaligus mendorong kesuksesan gerakan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Garut sudah mendapatkan akses Kostratani. Launchingnya dilakukan Kamis (13/8) dengan lokasinya berada di Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Samarang dan BPP Tarogong. Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan, optimalisasi potensi kaum milenial untuk mengurangi problem ketersediaan tenaga kerja. Milenial juga dinilai dinamis dengan beragam inovasi dan kreativitasnya.

“Dengan potensi yang dimiliki Garut, Kostratani akan sukses di sini. Kami akan mendorong para milenial agar mau bertani. Sebab, pertanian ini sangat menjanjikan. Apalagi, posisi pertanian sangat stabil di tengah pandemi Covid-19. Kami yakin, kalau milenial dilibatkan secara maksimal, maka produktivitas pertanian di sini akan semakin naik. Mereka itu kreatif dan penuh inovasi,” ungkap Rudy, Kamis (13/8).

Meski memiliki potensi besar, namun Garut dihadapkan pada problem klasik. Rudy menambahkan, Garut kesulitan mendapatkan tenaga kerja untuk mendukung produktivitas pertanian. Sebab, banyak warga Garut khususnya tenaga muda produktif lebih memilih merantau ke wilayah lain. Padahal, satu sisi Garut memiliki luas lahan produktif yang menjanjikan.

“Luas lahan produktif di Garut sebenarnya sangat potensial. Tanahnya juga subur. Ada banyak komoditi yang dihasilkan di sini. Lahannya juga luas. Tapi, masalahnya tidak ada yang mau mengerjakan. Para pemuda lebih suka merantau. Mereka mencari pekerjaan di luar Garut sebagai tukang,” lanjut Rudy.

Mencoba mencari peruntungan lain, warga Garut memang banyak yang merantau. Wilayah perantauannya tersebar di Kalimantan, Sumatera, bahkan Sulawesi. “Kami akan tarik para milenial yang merantau agar memiliki minat di pertanian. Minat mereka harus ditumbuhkan dan kami sudah siapkan strateginya, termasuk dukungan anggarannya. Para pemuda Garut kini harus menempatkan bertani sebagai profesi primadona. Potensinya besar,” papar Rudy lagi.

Saat ini, Garut memiliki potensi besar pertanian untuk beragam komoditi. Untuk komposisi padi terdiri dari Padi sawah dan Padi Ladang. Garut juga terkenal sebagai sentra palawija, seperti jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, hingga kacang hijau. Kota Dodol juga terkenal sebagai sentra Bawang. “Potensi pertanian di Garut harus didorong lagi bersama Kostratani,” tegas Rudy lagi.

Lebih lanjut, Kota Dodol memang sudah memiliki langkah untuk terus mematenkan pertanian sebagai primadona. Mereka akan meningkatkan produktivitas menurut indeks pertanaman. Strategi lainnya adalah menaikan indeks pertanaman hingga melakukan gerakan besar dengan pertanian sebagai basisnya.

“Garut sangat responsif. Mereka juga memiliki strategi bagus dengan melibatkan milenial secara masif. Petani milenial ini sangat dinamis. Mereka menguasai teknologi hingga memiliki akses pasar yang kuat,” papar Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi.

Lebih lanjut, Dedi juga menegaskan, status milenial sebagai penerus pembangunan pertanian di Indonesia. Milenial memiliki peran menonjol di beberapa wilayah lain Kostratani. Sebut saja, Cianjur yang petani milenialnya menonjol.

“Milenial Garut harus mengikuti teman-temannya di wilayah lain. Ayo, para milenial sekarang harus bergabung menggeluti bisnis pertanian yang sangat menjanjikan. Kalau petani milenial di Garut tumbuh maksimal, maka masa depan pertanian di sana akan semakin cerah,” tutup Dedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here