Di Lokasi SIMURP, Penyuluh dan Petani Katingan Kuala Panen Padi

0
155
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

LIPUTAN1.COM//KALIMANTAN TENGAH – Produksi pertanian di Katingan Kuala, Kalimantan Tengah, dipastikan tetap terjaga. Sebab, Penyuluh Kostratani bersama petani Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, melakukan panen padi di wilayah kerja BPP Pegatan, yang merupakan lokasi kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengapresiasi keberhasilan petani dan penyuluh di Katingan Kuala. Menurutnya, pada masa pandemi Covid-19 serta kondisi apapun, pertanian tidak boleh berhenti.

“Tugas pertanian adalah memastikan pangan tersedia untuk seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dalam kondisi apa pun pertanian tidak berhenti, pertanian tidak boleh bermasalah. Manfaatkan setiap lahan yang tersedia untuk terus menanam,” kata Mentan, Kamis (13/08/2020).

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

“Penyuluh pertanian harus bersemangat menjalankan tugas mendampingi petani untuk tetap berproduksi pangan. Penyuluh Pertanian Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah harus tetap bekerja mendampingi petani untuk berproduksi pangan yang termasuk wilayah kerja BPP Pegatan,” katanya.

Menurut Pimpinan BPP Pegatan, Mario, pada Agustus 2020 ini pihaknya masih melakukan panen padi seluas 45 hektar yang dilakukan 4 kelompok tani, yaitu Poktan Karya Bakti di Desa Makmur Utama seluas 2 hektar, varietas Invari 32, produktivitas 3 ton GKP per hektar. Kemudian Poktan Suka Maju di Desa Subur Indah seluas 6 hektar, varietas Invari 42, produktivitas 3 ton GKP per hektar.

Ada juga Poktan Bumi Subur di Desa Bumi Subur seluas 10 hektar, varietas Invari 42, produktivitas 3 ton GKP per hektar, dan terakhir Poktan Pamadi Putri di Desa Subur Indah seluas 27 hektar, varietas Invari 42, produktivitas 3,4 ton GKP per hektar.

Diinfokan juga, bahwa BPP Pegatan termasuk salah satu lokasi kegiatan Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) tahun 2020. Sebagai lokasi SIMURP, dituntut untuk dapat meningkatkan Intensitas Pertanaman (IP), produktivitas dan pendapatan sektor pertanian. Guna memenuhi tuntutan tersebut, salah satu upaya pada panen padi menggunakan mesin combine harvester, diharapkan waktu panen singkat dan biaya lebih murah, sehingga dapat meningkatkan IP dari waktu panen lebih singkat dan meningkatkan pendapatan petani dari biaya mesin lebih murah.

Sebelum panen padi, penyuluh dan petani telah menerapkan pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture (CSA) melalui salah satu paket teknologi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terpadu. Tujuannya, untuk preventif (pencegahan) tanaman padi terserang hama dan penyakit, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan produksi padi.

Pengendalian OPT yang dilakukan, antara lain penggerek batang pada tanaman padi, hama pengulung daun, dan walang sangit pada tanam padi. (SA/NF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here