Diversifikasi Pangan Lokal Lombok Tengah Ditingkatkan di SL IPDMIP

0
121
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

LIPUTAN1.COM//LOMBOK TENGAH – Kelompok Tani (Poktan) Tengkok Onyak, di Daerah Irigasi (DI) Bilekere Desa Jelantik Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, memanfaatkan kegiatan Sekolah Lapang (SL) program IPDMIP untuk memperkuat ketahanan pangan. Yang dipilih adalah melakukan diversifikasi pangan menggunakan komoditas jagung.

Hal tersebut sejalan dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang kerap mengajak petani dan penyuluh untuk terus turun ke lapangan.

“Petani dan penyuluh harus terus ke lapangan, jangan berhenti menanam. Karena hanya dengan menanam kita bias memperkuat ketahanan pangan. Pertanian tidak boleh berhenti. Pertanian tidak boleh bersoal,” tutur Mentan SYL, Senin (10/08/2020).

Menurutnya, Sekolah Lapang Petani Program IPDMIP merupakan salah satu upaya yang dapat memperkuat ketahanan pangan.

Pemilihan jagung sebagai komoditas ini juga sesuai imbauan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi.

“Untuk memperkuat ketahanan pangan, kita juga harus memperkuat diversifikasi pangan lokal. Ada umbi-umbian, ada jagung, ada sagu, pisang, dan masih banyak lagi. Manfaatkan setiap lahan untuk menanam, jangan sampai ada lahan yang menganggur,” tuturnya.

Penyuluh pertanian pusat Yulia TS menambahkan, petani dan penyuluh harus dapat menggenjot pangan lokal untuk mengantisipasi kekurangan pangan.

“Karena di masa pandemi Covid-19, kita tidak bisa tergantung kepada pangan impor. Pangan lokal kita sangat banyak dan kaya karbohidrat serta bisa dimanfaatkan sebagai pengganti beras,” tutur Yulia.

Sekolah Lapang di Kabupaten Lombok Tengah ini, merupakan SL ke-3 (III), diikuti 25 orang petani yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Kegiatan SL dilakukan di lahan kelompok tani Tongkak Onyak, Varietas Jagung yang dipilih adalah Varietas Bisi 18. Karena merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi di Daerah Irigasi Bilekere Desa Jelantik Kecamatan Jonggat.

Penyuluh Pendamping SL IPDMIP Nuraidin menambahkan, pelaksanaan Sekolah Lapang III ini direncanakan dilakukan selama musim kemarau dengan 12 kali pertemuan, dimulai pada bulan Agustus samai November 2020.

“Pembukaan SL III dilaksanakan 6 Agustus 2020 yang lalu dan dihadiri Kepala UPT Hama Penyakit Tanaman (HPT) dan Keswan Kecamatan Jenggat. Pemateri Koordinator penyuluh Kec Jonggat, dengan materi Jarak Tanam dan Populasi Tanam, kemudian pada tanggal 11 Agustus 2020 besuk Pemupukan dan Menguji Unsur Hara Tanah,” ujarnya.

Pada sambutan Kepala UPT mengingatkan agar terima kasih kepada pengurus kelompok tani Tengkok Onyak beserta anggota karena dukungan dan silaturahminya sangat baik.

Program IPDMIP ini adalah program pemerintah dalam hal sistim irigasi. Di tingkat kelompok tani, sistim irigasi diperkuat dengan sistim P3A. Dengan sistim irigasi dapat meningkatkan produksi pertanian, baik padi maupun palawija (Pajale). Lewat Program IPDMIP dapat memperkuat ketahanan pangan lokal terutama jagung.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here