Petani Bima Jadi Penangkar Benih Usai Ikut SL IPDMIP

0
190
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

LIPUTAN1.COM//BIMA – Kegiatan Sekolah Lapangan (SL) Program IPDMIP mampu menghadirkan SDM pertanian berkualitas. Kegiatan yang didukung Kementerian Pertanian ini membuat seorang petani di Bima sukses menjadi penangkar benih. Dengan ketersediaan benih, petani bisa terus menanam sekaligus menjaga ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani harus bisa mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya.

“Lewat berbagai kegiatan, termasuk Sekolah Lapang IPDMIP, kita berharap petani mendapatkan pembekalan. Sehingga mereka bukan bisa mengembangkan usaha taninya sekaligus meningkatkan kemampuan,” tutur Mentan SYL, Selasa (07/07/2020).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi mengutarakan hal serupa.

“Kegiatan Sekolah Lapangan Program IPDMIP digelar untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani. Kegiatan ini juga berdampak kepada tumbuhnya minat beberapa petani di Kabupaten Bima untuk menjadi penangkar benih padi. Ketersediaan benih ini bisa membantu petani untuk terus menanam sekaligus menjaga ketahanan,” tuturnya.

Tercatat empat orang petani alumni SL Program IPDMIP Desa Karumbu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima yang telah terdaftar sebagai penangkar benih padi dengan total areal sekitar 4,27 ha. Mereka adalah Kamson (53 tahun) dari Poktan La U’a, Gufran (52 tahun) Poktan Pangenge, Sri Rahmah (52 tahun) Poktan Nangano dan Siti Mislah (47 tahun) Poktan la Wontu.

Desa Karumbu berjarak sekitar 54 km dari Kota Bima dan merupakan salah satu desa pelaksana Program IPDMIP yang masuk dalam kawasan Daerah Irigasi Diwu Sadundu dan sejak tahun 2019. Para petani yang berasal dari beberapa poktan di desa tersebut telah mengikuti kegiatan Sekolah Lapang (SL) Program IPDMIP.

Tumbuhnya minat petani untuk menjadi penangkar benih, menurut Kamson (53 tahun), berawal dari keinginannya untuk mendekatkan sumber perolehan benih bagi para petani di desanya. Karena para petani sering kali mengalami kesulitan memperoleh benih berlabel, terutama pada saat puncak musim tanam.

“Selain itu, secara ekonomis penghasilan yang diperoleh dari usaha benih lebih menguntungkan dibanding gabah non benih,” ujarnya.

Penangkar lainnya, Sri Rahmah (52 tahun), menambahkan bahwa minat para petani didesanya untuk menjadi penangkar benih sebenarnya telah tumbuh sejak lama.

Tetapi terkendala oleh terbatasnya pengetahuan dan keterampilan para petani tentang teknik penangkaran. Namun sejak diperkenalkannya teknik budidaya melalui kegiatan SL IPDMIP yang difasilitasi oleh para petugas (PPL dan staf lapangan), sangat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani dalam mengelola budidaya tanaman, khususnya padi.

“Alhamdulillah, berkat bimbingan dan arahan para petugas (PPL dan staf lapangan) tentang teknologi budidaya padi melalui kegiatan SL program IPDMIP, kami memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang teknis pengelolaan padi secara lebih baik dan hal tersebut merupakan modal dasar bagi kami untuk terjun menjadi penangkar benih” demikian tutur wanita yang tergabung dalam Poktan Nangano Desa Karumbu ini.

Hal tersebut diamini PPL Desa setempat, Nuryani. Didampingi oleh Staf Lapangan, Sri Wahyuni, Nuryani menuturkan bahwa melalui kegiatan SL IPDMIP, para petani difasilitasi dengan berbagai materi tentang teknologi budidaya padi. Dari teknik seleksi benih, pembibitan, pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman sampai proses panen / pasca panen serta analisa usaha tani.

Ditambahkannya, bahwa untuk menjamin suksesnya kegiatan penangkaran, pihaknya bersama staf lapangan dan para petugas teknis dari BPSB selalu mengawal para petani pada setiap tahapan proses penangkaran tersebut.

Kepala Balai Pengujian dan Sertifikasi Benih (BPSB) Kabupaten Bima, M. Taufan, membenarkan adanya kegiatan penangkaran yang dilakukan oleh para petani alumni SL IPDMIP. Berdasarkan pantauannya, saat ini umur padi yang ditanam para penangkar sudah mencapai sekitar 35 hari dan beberapa hari ke depan akan dilakukan pemeriksaan lapangan pada fase fegetatif.

“Berdasarkan pantauan kami, sejauh ini tanaman padi yang ditangkar oleh para petani mengalami pertumbuhan yang sangat baik dan BPSB selalu siap untuk mengawal dan memfasilitasi setiap tahapan proses penangkaran tersebut hingga tahap akhir,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Indra Jaya sangat mengapresiasi kegiatan penangkaran benih oleh para petani ini, karena menurutnya selain membantu upaya pemenuhan ketersediaan benih unggul, juga diharapkan mampu memberi sumbangsih dalam mendukung suksesnya Program Desa Mandiri Benih yang beberapa tahun terakhir ini terus digalakkan oleh Pemerintah.

Secara khusus pria yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Bima ini menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian yang telah memberi kepercayaan kepada Kabupaten Bima sebagai salah satu lokasi Program IPDMIP, dimana salah satu kegiatan strategisnya adalah pembelajaran bagi para petani melalui Sekolah Lapangan.

“Sampai akhir tahun 2019, kegiatan SL IPDMIP di Kabupaten Bima telah menyasar sekitar 1.169 orang petani yang berasal dari 159 poktan, dimana sekitar 263 orang (22, 5 %) diantaranya telah berhasil menerapkan hasil pembelajaran yang diperoleh dari kegiatan SL tersebut,” ujar Indra Jaya.(TR/EZ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here