Kementan Berharap FGD Persiapan CSA di Subang Bisa Tingkatkan Produktivitas

0
44
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

LIPUTAN1.COM//SUBANG – Para petani dan penyuluh di Kabupaten Subang mengikuti kegiatan FGD sebagai persiapan CSA bagi calon TOT. Kementerian Pertanian berharap kegiatan ini bisa berdampak positif buat para petani, termasuk mampu meningkatkan produktivitas.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan untuk kegiatan yang mampu meningkatkan produktivitas.

“Karena tuntutan kita saat ini adalah meningkatkan produktivitas pertanian. Hal ini sekaligus sebagai antisipasi jika terjadi krisis pangan akibat kekeringan. Karena, FAO sudah memprediksi sejumlah negara akan mengalami kemarau panjang, termasuk Indonesia,” katanya, Selasa (07/07/2020).

Hal serupa disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi.

“Climate Smart Agricultur (CSA) adalah bagian dari kegiatan SIMURP. Tujuannya agar pertanian cerdas menghadapi iklim. Harapannya tentu untuk meningkatkan produktivitas yang dampaknya adalah kesejahteraan petani. Kita ingin petani dan penyuluh di Subang serius mengikutinya agar pertanian bisa terjaga produktivitasnya,” papar Dedi.

FGD CSA di Subang sendiri diselenggarakan di BPP Binong, dengan peserta sebanyak 21 orang PPL dari 7 kecamatan/bpp. FGD menghasilkan sejumlah kesepakatan. Seperti membahas kembali CPCL revisi yang disesuaikan kondisi yang diinginkan. Kemudian jika IP sudah mencapai 200, maka memilih hamparan yang belum merata dalam pembagian air.

Kesepakatan lainnya adalah lokasi TOF diprioritaskan pada poktan yang provitasnya rendah, serta penyuluh harus menetapkan 8 poktan, bila kurang bisa mengambil di wilayah binaan yang lain.

FGD Persiapan TOT SIMURP bertujuan untuk menyamakan pemahaman awal tentang prinsip dasar CSA. Peserta FGD terdiri dari 3 penyuluh calon peserta TOT dari 14 kecamatan pelaksana kegiatan SIMURP.

Fokus diskusi lebih kepada pembahasan kondisi awal di lapangan, seperti jadwal tanam, kondisi pengairan, serangan OPT dominan, IP (indeks pertamanan), provitas dan analisa usaha tani sebelum penerapan CSA. Hasil pembahasan akan disimpulkan sebagai dasar pelaksanaan CSA di Kabupaten Subang. (LW/NF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here