Kekeringan Mulai Melanda, Kementan Imbau Petani Maksimalkan Sumber Air

0
30

JAKARTA – Musim kemarau mulai melanda sejumlah daerah di Tanah Air. Akibatnya, banyak lahan pertanian mulai mengalami kekeringan. Kementerian Pertanian mengimbau petani untuk mempercepat proses tanam serta memaksimalkan sumber air yang masih tersedia.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian sudah jauh-jauh hari mengingatkan potensi kemarau panjang yang akan terjadi di Tanah Air.

“Kita mendapatkan laporan dari FAO yang menyebutkan musim kemarau panjang akan melanda sejumlah negara, termasuk Indonesia. Dampaknya adalah kekeringan yang bisa menyebabkan krisis pangan. Makanya Kementerian Pertanian selalu mengajak petani untuk mempercepat proses tanam sebagai langkah antisipasi, sekaligus memanfaatkan air tersisa di musim hujan,” tutur Mentan SYL, Jumat (03/07/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy, mengatakan petani harus memaksimalkan sumber air tersedia.

“Untuk petani yang mengalami kekeringan, kita sarankan untuk memaksimalkan sumber air yang ada. Misalnya air dari sungai yang dialiri dengan pompa, dan lainnya. Tapi jika sumber air yang ada sudah tidak bisa membantu, segera melapor ke dinas terkait untuk dicarikan solusi,” terangnya.

Sarwo Edhy juga menyarankan petani menyediakan embung. Sebab, embung selama ini terbukti mampu menjadi solusi dalam menghadapi kekeringan.

“Salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah membangun embung. Embung bisa menyangga air hujan. Cara ini sangat efektif untuk menjaga ketersediaan air selama kemarau, sehingga pertanian tidak terganggu,” katanya.

Sarwo Edhy juga berharap pemerintah daerah membantu petani yang mengalami kesulitan tersebut.

“Bantuan dari pemerintah daerah bisa disesuaikan. Misalnya di areal lahan itu ada aliran irigasi yang rusak, segera dibenahi. Atau atau bisa juga dengan meminjamkan pompa agar petani bisa menarik air dari sumber sumber air terdekat.” jelas Sarwo Edhy.

Sedangkan untuk daerah lainnya, Sarwo Edhy berharap segera dilakukan percepatan tanam. Selain itu, petani juga menyiapkan langkah antisipatif dan menjaga ketersediaan air agar lahan pertanian tidak terdampak kekeringan. Seperti membangun embung dan memperbaiki aliran irigasi.

Sarwo Edhy juga mengingatkan kepada petani untuk mengasuransikan lahannya. Supaya, petani tidak mengalami kerugian jika kekeringan melanda lahan pertanian.

Ancaman gagal panen gara-gara kekeringan melanda sejumlah lahan di daerah pantura, Jawa. Termasuk petani sawah tadah hujan di Indramayu. Kekeringan juga melanda areal persawahan di Kandanghaur, Kabupaten indramayu. Hal itu terjadi akibat seretnya pasokan air.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here