Petani di Wilayah Irigasi IPDMIP Ngawi Ikut Temu Usaha

0
72
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

LIPUTAN1.COM //NGAWI – Pandemi Covid-19 tidak menghalangi anggota Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di wilayah Irigasi kesepakatan IPDMIP Kabupaten Ngawi untuk mengikuti Temu Usaha. Kegiatan ini dilaksanakan di Kurnia Hall Convention Centre Ngawi, Senin (29/06/2020).

Sebanyak 10 Pemuda Tani dan 21 Wanita Tani turut serta menyemarakkan kegiatan ini. Temu usaha ini menghadirkan beberapa narasumber, yaitu PT Wilmar Padi Indonesia, Bank Negara Indonesia 46 dan Bank Rakyat Indonesia. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Rantai Nilai Usaha yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

Semangat yang ingin dibangun dari kegiatan Temu Usaha adalah mendorong semangat pemuda dan pemudi tani sebagai generasi penerus dalam kegiatan pertanian di Kabupaten Ngawi.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, keterlibatan seluruh pihak dibutuhkan untuk memajukan sektor pertanian. Khususnya menjaga stabilitas pangan.

“Dalam kondisi seperti ini, semua pihak, semua insan pertanian harus sama-sama menjaga ketersediaan pangan. Karena, pangan tidak boleh bersoal, pangan tidak boleh bermasalah,” tuturnya.

Sedangkan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan ketersediaan pangan harus terjaga agar tidak terjadi krisis pangan.

“Untuk itu pertanian tidak boleh berhenti. Pangan harus selalu ada. Pertanian harus selalu ada, petani harus tetap bekerja, penyuluh dan insan pertanian haris selalu bekerja. Pertanian harus tetap berjalan, pertanian harus maju, mandiri dan modern,” katanya.

Salah satu tujuan dari Temu Usaha ini adalah agar gabah/beras yang dihasilkan dapat ditampung oleh PT Wilmar Padi Indonesia melalui Poktan/Gapoktan. Sehingga, dapat memperpendek Rantai nilai usaha di Kabupaten Ngawi. Dengan demikian kesejahteraan petani dapat meningkat lebih baik.

Selain itu pihak perbankkan juga memberikan kontribusi yang penting bagi petani dengan menyampaikan materi tentang penguatan modal bagi petani guna mendukung proses pemasaran.

Temu Usaha dihadiri oleh 100 orang petani dan pendamping IPDMIP, dilaksanakan secara Relay pada 4 ruang yang terpisah sesuai dengan protap penanggulangan Covid 19. Masing-masing ruang terdiri dari 20-30 orang dengan menerapkan Physical distancing.

Narasumber berada di ruang utama sedangkan peserta lain berada di 3 ruang yang berbeda. Dengan mengunakan dan memanfaatkan IT yang ada acara Temu Usaha dilaksanakan sedemikian rupa sehingga peserta dapat tetap mengikuti materi dengan baik sehingga tujuan pertemuan dapat tercapai dan peserta tetap terjaga kesehatannya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjaring petani yang mau dan mampu untuk menjadi mitra/vendor bagi PT Wilmar Padi Indonesia dengan bantuan pemantapan modal dari perbankkan.

Diakhir acara temu usaha ada 7 kelompok yang mendaftar menjadi vendor bagi PT Wilmar Padi Indonesia, Yaitu Poktan Tani Manunggal Desa Cepoko Kecamatan Ngrambe, Poktan Tani Makmur Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar, Gapoktan Sri Lestari Desa Keras Kulon Kecamatan Gerih, Poktan Sinar Jaya Desa Jenggrik Kecamatan Kedunggalar, Poktan Kebonagung Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren, Poktan Bulungsari Desa Widodaren Kecamatan Widodaren, Poktan Pangudi Luhur Desa Kedunggudel Kecamatan Widodaren.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here