Kementan Serukan Gerakan Penanaman Pangan Lokal di Provinsi Jatim

0
35

Jakarta – Masih dalam suasana hari raya Idul Fitri 1441 H,  Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak  mengupayakan  terwujudnya ketahanan pangan diberbagai provinsi. Salah satunya adalah gerakan penanaman pangan lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

 

Bertempat di Kampus Polbangtan Malang (27/05/2020) gerakan penanaman pangan lokal di Provinsi Jawa Timur dimulai. Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Siti Munifah menyampaikan bahwa gerakan ini merespon  warning dari FAO terkait ancaman krisis pangan dunia ditengah pandemi covid-19 ini.

 

“Gerakan Penanaman Pangan Lokal ini sebagai tindak tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, bahwa dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia kita tidak boleh menyerah dengan asumsi dan prediksi siapapun, karena kita negara agraris dan berada di garis khatulistiwa yang memiliki potensi sumberdaya yang melimpah. Jika kita bergerak dan bersatu padu melakukan penanaman pangan lokal yang sudah menjadi kebiasaan dan kearifan lokal masyarakat kita, pasti bisa” tegas Munifah.

 

Kami harap semua pihak di Malang dapat melakukan  gerakan penanaman pangan lokal seperti  singkong, ubi jalar dan pangan lokal lainnya di area lahan pekarangan rumah atau kantor. Tak hanya itu, sudah saatnya kita merubah gaya hidup dengan  mengolah kue dan makanan menggunakan bahan pangan lokal, ajak Munifah.

 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkali-kali menegaskan pentingnya mempercepat tanam dan manfaatkan setiap jengkal lahan kosong untuk ditanami tanaman yang cepat panen di masa pandemi covid-19.

 

“Di masa pandemi Covid-19 seperti ini ayo kita tingkatkan pemanfaatan setiap lahan untuk produksi sumber pangan. Bahkan di pekarangan rumah bisa ditanami tanaman pangan pengganti beras. Diversifikasi pangan agar masyarakat memiliki ketahanan pangan selain beras”, ungkap Mentan SYL.

 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi pernah mengatakan bahwa akibat pandemi covid-19 saat ini negara pengekspor memberhentikan ekspor bahkan umumnya negara-negara tersebut protektif untuk mengamakan pangan bagi negaranya sendiri. Untuk Indonesia dituntut untuk berdiri dengan hasil produksi sendiri. “Kita harus memperkuat ketahanan pangan nasional, dan cara yang bisa ditempuh adalah memperkuat diversifikasi pangan lokal dan jangan biarkan sedikitpun lahan kosong. Manfaatkan dengan menanam komoditas pangan,” tutur Dedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here