Optimalkan UPJA, Sumenep Lakukan Percepatan Tanam Jelang Musim Kemarau

0
46

Jakarta – Ditengah pandemi Covid-19, upaya percepatan tanam di Kabupaten Sumenep terkendala oleh minimnya tenaga kerja yang mau dan bisa melakukan kegiatan tanam, selain karena waktu tanam yang hampir bersamaan, ada kekhawatiran para pekerja dalam melakukan tanam karena harus berinteraksi dengan banyak orang.

Kendala ini harus disiasati agar percepatan tanam dapat segera dilakukan. Dewo Ringgih penyuluh pertanian di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kalianget, mensiasati dengan menggerakkan dan mengoptimalkan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) yang ada di Kecamatan Kalianget.

UPJA ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kanca Tani. Alat mesin pertanian yang dikelola salah satunya adalah mesin tanam rice transplanter. Dengan adanya UPJA yang melayani jasa penanaman padi ini, dinilai merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ditengah sulitnya mencari tenaga kerja tanam.

UPJA ini bahkan mampu melayani petani yang ada diluar kecamatan Kalianget, selain memberikan jasa pelayanan mesin rice transplanter, UPJA Kanca Tani ini juga sekaligus menyediakan bibit padi unggul siap tanam. Sehingga petani tidak perlu khawatir lagi untuk melakukan kegiatan budidaya padi di tengah wabah Covid 19.

Apa yang dilakukan oleh Penyuluh, BPP Kalianget dan UPJA selaras dengan apa yang Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) sampaikan untuk antispasi ancaman kekeringan dan krisis pangan dengan melakukan Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung secara serentak.

“Kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar pasokan pangan rakyat terjamin. Krisis pangan tidak boleh terjadi di Indonesia, kita hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah.

“Saya mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tersebut dengan dua langkah konkret, yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Diharapkan kerja sama dengan berbagai pihak lebih intens agar semua dapat berjalan dengan baik,” tegas SYL.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, mengatakan pangan adalah masalah yang utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa, Petani harus tetap semangat olah, tanam, dan panen.

“Pertanian tidak berhenti di tengah wabah Covid-19, kepada para penyuluh pertanian maupun swadaya diharapkan untuk tetap bekerja mendampingi para petani,Ujar Dedi.

Kabupaten Sumenep terletak di ujung timur pulau Madura, memiliki luas lahan sawah 35.819 ha, terdiri dari lahan sawah irigasi 8.710 ha dan lahan sawah tadah hujan 27.109 ha. Mayoritas lahan sawah yang terdapat di Kabupaten Sumenep adalah lahan sawah tadah hujan yang tiap tahunnya tergantung dari besar dan lamanya curah hujan. Lahan sawah irigasi umumnya memiliki Indek Pertanaman (IP) 200, sedangkan untuk lahan sawah tadah hujan masih dibawah IP 200.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here