THL Hingga Tenaga Bantu Penyuluh di Nganjuk Dapat Bantuan Pangan dari Kementan

0
57

NGANJUK – Kementerian Pertanian kembali membagikan bantuan pangan. Kali ini, bantuan ditujukan kepada Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TB PP) di Kabupaten Nganjuk, Kamis (21/05/2020).

Pembagian bantuan pangan berisi paket sembako dari Kementan ini dilakukan oleh Balai Penelitian Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kementerian Pertanian kepada para tenaga lapang yang bekerja keras mendampingi petani untuk terus berproduksi di tengah pandemi Covid-19.

Di Kabupaten Nganjuk, ada 79 orang tenaga lapang yang berstatus kontrak. Terdiri dari 63 orang THL TB PP, 3 orang TKP (Tenaga Kontrak Perkebunan), 3 orang PLP (Pendamping Lapang Perkebunan), 4 orang POPT (Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan), 4 orang Medik Veteriner dan 2 orang Paramedik Veteriner.

Bantuan paket sembako diserahkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Judi Ernanto, yang berharap agar bantuan yang diterima agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

“Petani dan Petugas lapang merupakan garda terdepan di Lingkup kementerian Pertanian, khususnya ditengah pandemi Covid-19. Petani dan petugas lapang harus memastikan agar pangan untuk masyarakat di negeri ini akan tetap ada. Untuk itu para petugas lapang agar selalu menjaga kesehatan, agar tetap dapat menjalankan tugas mendampingi petani,” tutur Judi Ernanto.

Sementara perwakilan THL TB PP Joko Priyo Atmaji, mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, atas kepeduliannya pada para penyuluh/petugas lapangan.

“Bantuan paket sembako ini sangat bermanfaat apalagi disaat situasi yang tidak menentu di tengah wabah Covid-19. Kepedulian dan perhatian dari Kementerian ini yang menjadi penyemangat bagi petugas lapang untuk terus berjuang, tetap berada di sawah, mendampingi petani dalam mengelola usaha taninya dan tetep berusaha untuk memenuhi target pangan tercapai,” ujar Joko.

Menurutnya, dalam kondisi apapun pertanian tidak akan berhenti, pertanian tidak boleh bermasalah karena petani dan penyuluh adalah garda terdepan penyedia pangan masyarakat Indonesia.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan ketersediaan pangan dalam pandemi Covid-19 sangat penting.

“Oleh karena itu, kita ingin petani dan penyuluh bisa terus turun ke lapangan. Petani harus tanam, penyuluh harus tanam. Karena kita harus memastikan pangan tersedia. Tapi, jangan lupakan juga protokol pencegahan Covid-19. Karena kita ingin petani dan penyuluh tetap dalam kondisi sehat agar produksi meningkat,” paparnya.

Sementara Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan jika dalam kondisi seperti ini Indonesia harus berdiri dengan hasil pangannya sendiri.

“Tidak bisa lagi mengandalkan impor dalam Covid-19 ini. Karena, negara-negara lain menahan hasil produksinya. Jadi Kita harus berdiri dengan hasil panen kita sendiri. Kita harus memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Untuk itu Kementerian Pertanian mencanangkan Gerakan Ketahanan Pangan Nasional. Semua harus mendukung gerakan ini agar pangan selalu tersedia buat masyarakat Indonesia,” paparnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here