Hasil Musyawarah LPNU Kabupaten Tangerang: Siap Bangun Ekonomi Kaum Nahdiyin

0
196

TANGERANG – Ekonomi kaum Nahdiyin Kabupaten Tangerang akan cerah. Kepengurusan baru LPNU Kabupaten Tangerang yang terbentuk akan mengembangkan konsep koperasi dan akademi. Formulasi tersebut dipercaya bisa menghasilkan lebih banyak wirausahawan baru berkualitas.

Kepengurusan baru LPNU Kabupaten Tangerang terbentuk Jumat (10/1). Legalitasnya mengacu kepada Surat Keputusan (SK) PCNU Kabupaten Tangerang. Usai terbentuk, LPNU Kabupaten Tangerang pun langsung bergerak. Musyawarah pengurus LPNU Kabupaten Tangerang digelar dengan menghasilkan beberapa keputusan penting, Sabtu (18/1).

Keputusan itu diantaranya pembangunan dan penguatan perekonomian kaum Nahdiyin di Kabupaten Tangerang. Caranya, LPNU Kabupaten Tangerang lalu mengembangkan konsep koperasi dan akademi. Adapaun untuk kokasi musyawarah berada di Kampung Klapa, Sindang Sono, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.

“Alhamdulillah, Kepengurusan LPNU Kabupaten Tangerang sudah terbentuk. Mereka juga langsung aktif dengan membuat beberapa terbosan. Pengembangan dan penguatan perekonomian Nahdiyin pun menjadi salah satu fokus utama. Ekonomi Nahdiyin ini akan tumbuh melalui koperasi dan akademi,” ungkap Ketua LPNU Kabupaten Tangerang KH Yumni Al Hilal.

Musyawarah LPNU Kabupaten Tangerang tersebut juga menjadi praraker. Sebab, program kerja secara global juga dibahas di sana. Sangat detail, setiap bidang diberi kesempatan untuk memaparkan beragam programnya. Yumni menambahkan, LPNU Kabupaten Tangerang memiliki posisi strategis memajukan perekonomian para Nahdiyin.

“Semuanya sudah dibahas melalui musyawarah tersebut. LPNU Kabupaten Tangerang memiliki posisi dan fungsi strategis. Koperasi akan mempercepat dan menaikan income Nahdiyin. Adapun program akademi LPNU akan mencetak banyak sumber daya manusia berkualitas,” lanjut Yumni.

Dipilihnya koperasi sebagai salah satu motor penggerak perekonomian kaum Nahdiyin memang tepat. Sebab, koperasi tumbuh positif di Indonesia. Mengacu data Kementerian PPN/Bappenas koperasi memberikan kontribusi pada Produk Domestik Bruto sekitar 4% di 2017. Jumlah pertumbuhan koperasi yang aktif sendiri di rentang 2012-2016 sekitar 2,5%.

Hingga Juli 2017, Kementerian PPN/Bappenas juga mencatat volume usaha koperasi mencapai Rp716,3 Triliun. Untuk sisa hasil usahanya sendiri mencapai Rp6,2 Triliun. Hal tersebut tidak lepas dari besarnya jumlah anggota yang mencapai 26,8 Juta orang. Adapun jumlah koperasinya sendiri mencapai 152.282 unit. Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Tangerang KH Encep mengatakan, LPNU punya arah positif.

“Koperasi dan akademi sangat penting. Komposisi tersebut bagus bagi perekonomian para Nahdiyin. Kami optimistis tingkat kesejahteraan mereka akan semakin bagus. Secara khusus, kami gembira karena LPNU memiliki arah yang lebih positif. Mereka berbicara lembaga perekonomian NU dengan muaranya kemajuan Nahdatul Ulama,” kata Encep.

Encep juga menggarisbawahi posisi perekonomian NU. Baginya, lembaga agama mengalami perluasan fungsi seperti perekonomian. Meski demikian, aktivitas sosial keagamaan, fiqih, hingga hukum-hukum agama tetap berjalan. Lebih spesifik lagi, Encep beropini ekonomi memiliki korelasi dengan keagamaan. Hidupnya kemanusiaan ketika dibarengi dengan majunya perekonomian umat.

“Kami tentu akan mendukung upaya LPNU dalam memajukan umat secara menyeluruh. Lembaga Nahdatul Ulama memang bisa merambah ke mana-mana. Bisa ke masyarakat, sosial keagamaan, sosial perekonomian, dan lainnya. Mudah-mudahan sinergi besar dengan lembaga lain bisa dilakukan, lebih khusus para investor,” tutup Encep.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here