Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu Pukau Peserta Famtrip Asal Dubai

0
33

NTB – Ada banyak destinasi wisata di Nusa Tenggara Barat yang layak dijual, baik pada wisatawan domestik maupun turis asing. Salah satunya Air Terjun Benang Setokel yang memiliki 2 aliran setinggi 20 meter. Di sinilah para peserta famtrip asal Dubai menghabiskan sebagian waktunya, Jumat (6/12).

Air Terjun Benang Setokel berada di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu Keliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Dari Kota Mataram berjarak sekitar 30 km ke arah timur, atau bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang 45 menit.

Air terjun ini berada di ketinggian 552 meter dari permukaan laut (mdpl), tepatnya di kawasan Wisata Taman Nasional Gunung Rinjani. Dalam bahasa masyarakat setempat, Benang Stokel berarti segumpal benang. Nama ini diberikan karena bentuk air terjun tersebut menyerupai benang yang diikat menyatu.

Sekitar 500 meter ke arah hulu, terdapat juga destinasi serupa yakni Air Terjun Benang Kelambu. Air terjun ini keluar lewat celah-celah batu dan membentuk empat tingkatan yang dianggap menyerupai tirai atau kelambu. Untuk menuju air terjun ini, peserta famtrip harus melewati jalan setapak sejauh 1 km, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Mitos yang berkembang di masyarakat, Air Terjun Benang Kelambu menjadi tempat membersihkan diri Dewi Anjani. Yaitu makhluk gaib yang dipercaya sebagai penunggu Gunung Rinjani. Pada waktu-waktu tertentu, konon Dewi Anjani turun dari gunung kemudian mandi dan membersihkan rambutnya di Benang Kelambu.

“Ini luar biasa! Indah sekali. Kita bisa mandi di kolam kecil di bawah air terjun sambil berenang dan bermain air. Rasa lelah yang timbul setelah menempuh perjalanan jauh, rasanya hilang seketika,” ujar Syed Ikram Shikooh dari Dubai Media.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional III Kemenparekraf Sigit Witjaksono mengatakan, peserta famtrip yang turut berkunjung ke Lombok atau Nusa Tenggara Barat berjumlah delapan orang. Yaitu Mochammad Arif Ramadhan (Vice Consul), Ahmad Banu Mustafa (Technical Staff), Rasheed Arakkakattil (Marketing Bin Moosa Travel), Nour Aridi Indonesia (VITO), Angelito De Guzman Villeza (Travtalk, Videographer), Rania Salama Pinpoint Media (Edgar, Yachts Altitude Magazine), Sapna Aidasani (Social Media Influencer), dan Syed Ikram Shikooh (Dubai Media).

“Famtrip ini berlangsung tanggal 1-8 Desember 2019. Sebelum ke Lombok atau Nusa Tenggara Barat, peserta terlebih dahulu berkunjung ke Pulau Dewata, Bali,” jelasnya.

Menurut Sigit, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerjasama dengan KJRI Dubai dan VITO. Tujuannya untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan destinasi Indonesia ke pasar Timur Tengah, khususnya Bali dan Lombok.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenparekraf Nia Niscaya, berharap Bali dan Lombok akan semakin dikenal oleh wisatawan Timur Tengah. Ia yakin potensi pasar Timur Tengah masih bisa dimaksimalkan.

“Melalui kegiatan ini, para peserta famtrip bisa membantu mempromosikannya lewat publikasi media di negaranya, baik cetak maupun online, dan juga media elektronik. Ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk memperkenalkan dan menjual destinasi Tanah Air kepada wisatawan mancanegara,” tegasnya. (****)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here