Launching ALE Geek Battle, Alcatel-Lucent Enterprise Berikan 1.500 Beasiswa

0
77
Foto Bersama Country Manager, Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia Adios Purnama dan Narasumber
Foto Bersama Country Manager, Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia Adios Purnama dan Narasumber

LIPUTAN1.COM/ JAKARTA – Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) Indonesia melaunching ALE Geek Battle, sebuah kompetisi untuk menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan di era digital salah satunya programmer, yang diadakan di Baxter Smith, Jakarta Selasa (29/10/2019).

Dalam program tersebut, ALE memberikan 1.500 beasiswa kepada seluruh masyarakat Indonesia di usia produktif untuk mengikuti kelas dasar pemrograman.

Dari 1.500 peserta awal ini, ALE akan memilih 150 peserta untuk mengikuti tahap selanjutnya yaitu kelas pemrograman lanjutan. Kernudian, 30 peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti propram ALE Geek Battle dan memenangkan kesempatan untuk bekerja bersama tim ALE Indonesia.

Country Manager, Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia Adios Purnama mengatakan melalui ALE Geek Battle, ALE berusaha memberikan kesempatan kepada para programer di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Nantinya, dalam ALE Geek Battle, para programer ini akan diasah kemampuannya dan diuji oleh para juri dari ALE.

“Para peserta yang terpilih juga akan mendapatkan program beasiswa dan kesempatan bekerja bersama tim Alcatel Lucent Indonesia,” ujar Adios.

Dia menambahkan bahwa saat ini kebutuhan pasar akan tenaga programmer cukup besar, tetapi di sisi lain, tidak banyak programmer andal yang ada di Indonesia. ALE berharap kegiatan ini akan melahirkan talenta-talenta baru di bidang pemrograman yang kemampuannya sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sementara itu, Narenda Wicaksono, CEO Dicoding, mengatakan programmer memiliki peran yang sangat krusial di era Industri 4.0 ini.

Dia berpendapat semua proses di berbagai industri akan beralih menuju otomasi dan ini memerlukan bahasa pemrograman yang sesual dengan jenis industri masing-masing.

Menurut McKinsey, dalam 10 tahun ke depan kebutuhan akan programmer akan meningkat 55 persen. Oleh karena itu, kebutuhan untuk melahirkan programmer baru harus dimulai dari sekarang.

Tidak hanya itu, dalam laporan berjudul “Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity” McKinsey menyatakan bahwa Indonesia diprediksi menjadi sebuah kekuatan ekonomi digital yang cukup diperhitungian.

Sejalan dengan hal itu, pemerintah juga giat membangun infrastruktur terkait te knologi digtal di indonesia yang dikenal dengan proyek Palapa Ring.

Proyek ini diharapkan akan memberikan akses internet bagi seluruh lapisan masyarakat dan mempercepat transformasi digital di Indonesia transformasi digtal di semua sektor, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas demi menjaga daye saing indonesia.

Transformasi digital telah menjadi pedang bermata dua, di satu sisi transformasi digital membutuhkan skill set baru namun di sisi lain sistem pendidikan di Indonesia masih perlu ditingkatkan demi memenuhi kebutuhan tersebut.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here