Menkopolhukam Apresiasi BNPT Bentuk Duta Damai Dunia Maya

0
23

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) membentuk duta damai dunia maya.

Sejauh ini kurang lebih 780 generasi muda Indonesia dari 13 Provinsi telah bergabung dalam duta damai dunia yang dibentuk sejak 2016 lalu. Kini langkah itu diperluas dengan langkah BNPT membentuk pemuda-pemuda perdamaian lintas negara-negara Asia Tenggara.

Sebanyak 50 pemuda-pemudi dari negara-negara Asia Tenggara yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, Brunei Darussalam, dan Laos, ditambah kurang lebih 60 duta damai dunia maya Indonesia berkumpul di Jakarta untuk mengikuti “Regional Workshop on Establishing Youth Ambassadors for Peace Against Terrorism and Violent Extremism” atau Workshop Pelatihan Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara 2019 di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (24/4/2019).

Selama empat hari, 22-25 April 2019, mereka digembleng mentor dari Pusat Media Damai (PMD) BNPT dan narasumber pakar kontra narasi berskala internasional dan nasional.

“Kami salut dengan BNPT yang menginisiasi Workshop Pelatihan Duta Damai Dunia Maya Asia Tenggara 2019, lantaran di era kebebasan internet ini, kaum milenial sangat mudah terpapar oleh terorisme dan radikalisme. Untuk itu mereka perlu membentengi diri dari dua hal tersebut.”ujar Menkopolhukam Wiranto.

Ditempat yang sama, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius menjelaskan pihaknya sengaja memperluas duta damai dunia maya ke kawasan Asia Tenggara karena saat ini seluruh negara di dunia sedang menghadapi perubahan pola dan modus terorisme dari cara lama ke cara baru.

Perubahan pola itu, jelas Suhardi ditunjukkan dengan pemanfaatkan secara massif kecanggihan teknologi dan informasi oleh kelompok teroris dalam menyebarkan pesan kekerasan dan rekrutmen anggota mereka.

Dalam melawan terorisme tidak hanya sekadar mewaspadai panggung aksi kekerasan mereka. Tetapi juga harus mewaspadai panggung narasi kekerasan yang tersebar di dunia maya. Ia menilai aksi kekerasan dan terorisme bisa dicegah dan diamputasi melalui upaya penindakan dan penegakan hukum, tetapi narasi kekerasan dan terorisme yang massif dan viral di dunia maya sulit untuk ditanggulangi.

“Sesungguhnya melawan terorisme saat ini adalah melawan narasi kekerasan yang mudah mempengaruhi semua lapisan masyarakat. Pasalnya tidak ada orang yang kebal dari pengaruh ideologi dan indoktrinasi, kecuali mempunyai imunitas dan kecerdasan dalam menangkalnya,” terang Suhardi Alius.

Ketika ditanya RRI, bahwa keberadaan BNPT sukses dalam menanggulangi teroris dan radikalisme, sehingga menjadi acuan, menurut Suhardi Alius pihaknya menggunakan cara-cara persuasif.

“Cara-cara persuasif ini sangat efektif karena kita sadari mereka dari idelogi yang salah, kita arahkan mereka kejalan yang benar, salah satu contohnya orang tuanya yang menjadi teroris, keluarga hingga anak-anaknya dirangkul dan kembali memgikuti sekolah yang kita sudah bangun di Sumatera Utara, pelan-pelan mereka akhirnya sadar bahwa ajaran yang tidak benar tersebut akan merugikan diri sendiri sendiri.”tambah Suhardi.

Duta damai dunia maya memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan dunia maya sebagai ruang yang sehat, mendidik, damai, dan mencerahkan, bukan lagi sebagai ruang yang penuh kebencian, hasutan, dan kekerasan.

Dengan adanya duta damai dunia maya Asia Tenggara, kita bisa berkolabarosi dan berbagi peran dalam melawan propaganda terorisme dan ektremisme di dunia maya dalam ruang yang lebih luas lagi

Terkait efektifitas kontra narasi dalam memerangi radikalisme dan terorisme di dunia maya, masih perlu penelitian lebih lanjut. Tetapi harus dipahami bahwa semakin banyak pihak yang saat ini juga memasuki cyber space, terutama dari kelompok moderat yang memiliki kemampuan IT, DKV, dan blogger, terinspirasi oleh keberadaan duta damai dunia maya. Ini dinilai sangat positif karena dengan demikian akan semakin banyak generasi muda dan kelompok moderat yang menggaungkan kontra narasi di dunia maya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here