Kemenpar Boyong 11 Industri Pariwisata ke BIT Milano

0
12

JAKARTA – Indonesia kembali berpartisipasi pada pameran pariwisata terbesar di Italia, la Borza Internazionale del Turismo (BIT) Milano. Dalam acara yang digelar di Kota Milan, 10-12 Februari 2019, Kemenpar memboyong 11 industri pariwisata.

Sebelas pelaku usaha jasa pariwisata itu terdiri dari dua hotel, tiga Destination Management Company (DMC) dan enam operator perjalanan. Mereka mempromosikan paket Bali dan Beyond Bali sebagai destinasi wisata Indonesia.

Pada hari pertama pameran yang dibuka untuk masyarakat umum, warga Italia terlihat antusias. Mereka mengunjungi paviliun Indonesia yang sangat menarik perhatian.

Mereka mencari informasi mengenai berbagai paket wisata ke Indonesia. Semua dilakukan sambil menikmati sajian kopi Indonesia dan suguhan ragam tarian yang dibawakan secara apik oleh tim Wonderful Indonesia.

“Sementara pada hari berikutnya, pameran dibuka untuk pertemuan bisnis antara para pelaku industri pariwisata,” ujar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional IV (Eropa) Kemenpar Agustini Rahayu, Sabtu (13/4).

Didahului dengan tarian Cendrawasi dari Bali, Duta Besar RI untuk Italia Esti Andayani membuka secara simbolis paviliun Indonesia didampingi oleh Gubernur Lampung Ridho Ficardo dan Kabid Pemasaran Eropa I, Kementerian Pariwisata Hari Ristanto.

Paviliun Indonesia kali ini mengambil tema kapal phinisi dan menghadirkan pula pelukis kuku dan henna, Dewi Henna yang membuat para pengunjung betah. Ada pula Eric Novianto Setiawan, pemenang 4th Runner Up kontes Mister Tourism World 2018 di Roma, Italia baru-baru ini.

Ia tampil menarik dengan kostum yang mendapat penghargaan Best National Costume bertema Pangeran Mercu Suar, simbol ikon pariwisata Pulau Lengkuas di Bangka Belitung. Para pengunjung pun bergantian mengabadikan momen mereka dengan para penari Cenderawasih dan Mister Tourism World Indonesia.

Agustini mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam ajang BIT Milano merupakan tindak lanjut strategi promosi di Eropa yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Fitur Madrid Spanyol dan Booth Dusseldorf di Jerman pada akhir Januari 2019.

Indonesia sukses membukukan transaksi hingga lebih dari Rp 49 miliar dari tiga hari promosi wisata dalam ajang La Borza Internazionale Del Turismo (BIT Milano).

“Angka Rp 49 miliar itu terkumpul dari transaksi yang dilakukan oleh 11 Industri pariwisata yang kami fasilitasi mengikut BIT Milano dengan rata-rata 199 pax setiap Industri. Mereka terdiri dari 2 industri hotel, 1 operator cruise, 8 travel agent/travel operator, serta Pemda Lampung,” kata Agustini.

Agustini juga menjelaskan, saat ini Italia menempati posisi ke-6 dalam hal jumlah kunjungan wisatawan dari Eropa yang ke Indonesia setelah Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan Rusia.

“Dalam kurun 5 tahun terakhir, jumlah kunjungan wisman Italia terus naik. Sehingga promosi di Italia menjadi hal yang sangat penting untuk menarik lebih banyak wisman asal Eropa ke Indonesia,” katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase rata-rata kenaikan wisman asal Italia dari 2014 2019 sebesar 10,96 persen. Sementara pada 2018 sejumlah 95.282 wisman Italia berkunjung ke Indonesia. Kemenpar menargetkan jumlah tersebut naik menjadi 113.000 wisman pada 2019 atau naik 3 persen dari target jumlah kunjungan wisman Italia tahun 2018.

“Rata-rata lama tinggal wisman Italia di Indonesia selama 14 hari dan rata-rata spending mereka sebesar 1.604,33 dolar AS per-kunjungan, ini menjadikan Italia sebagai negara yang potensial untuk menjadi fokus pasar pariwisata Indonesia,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, wilayah Eropa terus menunjukkan tren positif selama beberapa tahun terakhir. Inggris, Perancis, Jerman, Belanda Rusia dan Italia adalah yang terbesar pasar Eropa untuk Indonesia.

Statistik menunjukkan nilai pasar wisatawan dari negara-negara tersebut mencapai lebih dari 1 juta dolar AS dengan rata-rata lama menginap hampir dua minggu.

“Kemampuan spending wisatawan Eropa cukup besar. Kedatangan mereka tentunya menguntungkan perekonomian. Bukan hanya pihak hotel saja yang untung, sektor kuliner, sektor transportasi, bahkan UMKM yang menjual souvenir akan kebagian manfaatnya. Untuk itu kami terus berusaha melebarkan sayap ke negara-negara Eropa lainnya,” ujar Menpar Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here