Gandeng Pemkab Banyuwangi dan Citilink, Kemenpar Promosi di Bandara KLIA

0
36

LIPUTAN1.COM, JAKARTA – Setelah sukses dengan Wonderful Indonesia Travel Fair With Citilink, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali pamerkan keindahan pariwisata Banyuwangi di Kuala Lumpur, Malaysia. Kali ini, Kemenpar menggandeng Pemkab Banyuwangi dan Citilink. Event yang digelar adalah Banyuwangi Cultural Week. Lokasinya di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), 20-24 Maret 2019.

Kegiatan ini berupa exhibition (Pameran) dengan bergaya gallery. Nantinya, paviliun Indonesia akan menampilkan potret pariwisata Banyuwangi. Baik destinasi wisata alam, buatan, kuliner dan kebudayaan.

“Banyuwangi Cultural Week nanti digelar di Stage area, Departure Hall, Level 5, Main Terminal Building, KLIA,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung, Jumat (15/3).

Rangkaian acara ini diawali dengan Press Conference. Dilanjutkan Pertunjukan Seni Budaya Banyuwangi, tata pamer batik serta kerajinan Banyuwangi. Tidak hanya itu, juga ada sajian kopi dan makanan khas Banyuwangi.

“Pemkab Banyuwangi akan menerbangkan 10 orang seniman pilihan dari Banyuwangi yang akan mengisi acara di KLIA nanti,” kata Rizki.

Alasan Kemenpar memiliki Bandara utama Kuala Lumpur sebagai venue, karena merupakan pintu keluar-masuk wisatawan. Serta, sebagai meltingpot. KLIA sangat strategis untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Caranya dengan memanfaatkan lalu lalang pengunjung KLIA.

“Rata-rata pergerakan penumpang harian untuk tahun 2018 di kedua terminal KLIA adalah sekitar 170.000 penumpang. Maka dari itu Kemenpar menargetkan pengunjung Banyuwangi Cultural Week 10% dari jumlah penumpang harian tersebut, yaitu sebesar 17.000 perharinya dengan total sebesar 85.000 penumpang,” paparnya.

Bagi penumpang yang melakukan penerbangan internasional pada terminal KLIA I, akan menuju ke imigrasi otomatis akan melihat aktivitas promosi Wonderful Indonesia tersebut.

Adella Raung mengatakan, promosi pariwisata ini mengusung slogan Majestic Banyuwangi. Yaitu dengan menggambarkan dan memperkenalkan keanekaragaman daya tarik wisata, keunikan, potensi seni dan budaya serta berbagai kreativitas lainnya.

“Upaya promosi pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan turis Malaysia ke Banyuwangi. Sehingga maskapai Citilink rute Kuala Lumpur-Banyuwangi dapat bertahan,” ujar Adella.

Pemkab Banyuwangi menargetkan turis Malaysia sebanyak 100.000 pengunjung di tahun 2019. Dengan adanya rute penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur dan sebaliknya, diharapkan aksebilitas pariwisata di Banyuwangi semakin terbuka dan sangat mendukung target tersebut.

Demi terwujudnya Visi dan Misi kegiatan ini, Kemenpar menggandeng berbagai stakeholder lainnya. Seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur dan VITO Malaysia.

“Kemenpar mengkonsep program ini semenarik mungkin. Sehingga menjadi media promosi yang efektif untuk menarik minat wisatawan Malaysia,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Banyuwangi layak dipromosikan ke dunia. Dia pun memuji kemajuan pariwisata di Banyuwangi, sehingga bisa mendatangkan sekitar 1,5 juta wisatawan nusantara dan 30 ribu wisatawan mancanegara ke daerah itu.

“Banyuwangi itu contoh kongkret. Bupatinya menempatkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya,” kata Menpar Arief Yahya.

Apalagi, pada tahun ini akan ada lebih dari 99 festival, salah satunya Festival Banyuwangi, yang menawarkan sejuta pesona. Mulai dari seni dan budaya, olahraga dan pariwisata, sampai kearifan lokal yang dikemas dalam festival kreatif.

“Festival Banyuwangi tidak hanya digelar untuk mempromosikan pariwisata namun juga memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah,” pungkas Menpar Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here