Lebih dari 1.800 Peserta Ramaikan Festival Jong di Pantai Nongsa

0
14

BATAM – Ada yang berbeda di Pantai Nongsa. Warna-warni layar jong dengan berbagai ukuran berjajar menghiasi perairan Kampung Melayu, Kamis (14/3). Inilah rupanya event tahunan yang selalu dinanti. Lebih dari 1.800 peserta tampak semangat mengikuti kegiatan bertajuk ‘Festival Jong 2019’.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, Festival Jong digelar untuk meramaikan crossborder Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Tahun ini, festival tersebut sudah memasuki tahun ke-13, sehingga sambutan masyarakat dan wisatawan sangat luar biasa.

“Festival Jong selalu memiliki peserta tetap. Antara lain dari Bengkalis, Kuala Kampar, Karimun, Moro, Bintan, Tanjungpinang, serta Batam dan sekitarnya. Nantinya, pemenang tidak hanya mendapatkan uang pembinaan, namun juga membawa pulang piala bergilir dari Walikota Batam,” ujarnya.

Festival Jong sendiri terbagi atas empat tingkatan. Sampan jong besar, sedang, kecil dan pemula. Pemula ini khusus untuk anak-anak.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menyatakan, permainan jong sudah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang bangsa Melayu. Permainan ini digelar saat waktu senggang atau angin kencang melanda perairan Kepri. Saat nelayan tidak melaut, mereka akan memainkan jong. Jadi pengisi waktu luang.

“Festival Jong digelar berdasarkan kondisi angin dan cuaca. Tahun ini, kegiatan digelar bulan Maret, karena musim (angin) utara terjadi di bulan Maret,” jelasnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani mengatakan, Kepri tak pernah berhenti menggelar atraksi pariwisata menarik. Festival Jong merupakan wisata bahari yang menjadi kekuatan Kepri.

“Ini juga bagian dari budaya. Lomba jong ini hanya ada di masyarakat Melayu. Menjadi budaya bahari yang telah mengakar kuat. Ini juga sangat diminati oleh wisatawan, khususnya dari Malaysia dan Singapura yang secara budaya masih serumpun dengan Kepri,” ujar Rizki.

Pendapat serupa juga disampaikan Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati. Ia mengatakan, Festival Jong merupakan salah satu langkah mendongkrak kunjungan wisman.

Pasalnya, Provinsi Kepri berada di jalur yang strategis. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura. Ini membuat Provinsi Kepri menjadi salah satu pintu utama masuknya wisman ke Indonesia.

“Target tahun ini Kepri dapat menyumbang 4 juta wisman. Ini tentu dapat diraih jika event-event bertaraf internasional sebagai atraksi wisata terus dimunculkan Kepri. Imbasnya tentu target 20 juta wisman di tahun 2019 dapat tercapai,” ujar Dessy.

Kepri atau Great Batam sangat istimewa di mata Menteri Pariwisata Arief Yahya. Kepri adalah top 3 wisman terbesar di Indonesia dengan persentase 20%. Raihan wismannya hanya kalah oleh Bali 40 persen dan Jakarta 30 persen.

“Posisi geografis Kepri sangat strategis. Wilayahnya sangat dekat dengan Singapura. Kepri juga masuk dalam program crossborder yang sekarang jadi program Super Extra Ordinary. Kota Batam akan terus kedatangan wisman bila tiap bulan diisi banyak atraksi,” kata Menpar Arief Yahya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here