Best of Street Food Fiesta Hadirkan Kuliner Lintas Negara

0
24

LIPUTAN1.COM, BATAM – Best of Street Food Fiesta bakal menjadi gelaran keren di awal Maret nanti. Meski bertajuk kuliner, event yang digagas Batam View Beach Resort ini juga menampilkan potensi lain. Seperti gamelan, kelas membatik, pameran produk home industri, hingga magic show.

General Manager Batam View Beach Resort yang juga Ketua Nongsa Sensation Destinasi Batam, Anddy Fong, mengatakan kegiatan ini berlangsung pada 2 Maret nanti, mulai pukul 17.00 WIB. Meski hanya semalam, namun dipastikan acara bakal membekas dan memberi kesan baik bagi para pengunjung.

“Best Street Food Fiesta adalah gelaran perdana yang baru pertama kali dilaksanakan di Batam. Kami bawa beragam jenis makanan penggugah selera. Bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Penang (Malaysia) dan Philipina,” ujarnya, Sabtu (23/2).

Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati menyatakan, Batam menjadi surganya kuliner karena daerah ini dihuni beragam etnis yang membawa citarasa masakan berbeda. Paduan bumbu dan rempah menyatu dengan bahan-bahan pilihan, menghadirkan menu spesial yang sulit dicari di wilayah lain.

“Kekayaan kuliner itulah yang kemudian mengilhami sejumlah industri pariwisata di Batam untuk menggelar event bertajuk ‘The Best of Street Food’, tanggal 2-3 Maret nanti. Ini bukan hanya untuk mengenalkan jenis-jenis makanan favorit, tetapi sekaligus untuk menarik wisatawan ke Batam,” jelasnya.

Ketua Tim Percepatan Belanja Kuliner Kemenpar Vita Datau menerangkan, Batam adalah melting pot, dimana hampir semua makanan yang dipengaruhi oleh akulturisasi bisa ditemui. Sebagai kota weekend bagi para wisman dari Singapoura dan Malaysia, dengan sendirinya makanan-makanan yang berakar Melayu dan China sangat mudah berkembang.

“Itu sebabnya acara The Best Street Foods Fiesta ini menjadi ajang explorasi cita rasa yang wajib dikunjungi,” tegasnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizky Handayani, mengaku sangat terkesan dengan sajian mie tarempa. Sekilas, mie ini mirip dengan kwetiaw. Bentuknya pipih, tetapi ukurannya lebih kecil. Teksturnya lembut dan empuk. Cenderung lumak, karena begitu masuk ke mulut, mie yang panjang bisa terputus sendiri tanpa perlu digigit.

Mie tarempa tergolong kuliner yang otentik dan langka. Sudah tersohor di kalangan pecinta kuliner Nusantara. Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kepri, wajib berburu mie tarempa sebelum memutuskan pulang.

“Dimasak bersama campuran rempah dari berbagai daerah, mie tarempa semakin menggungah selera dengan suwiran ikan tongkol. Ada tiga penyajian mie tarempa. Berkuah, nyemek-nyemek, dan kering. Meski cara penyajian berbeda, tapi ketiganya memiliki bumbu dasar yang sama,” ungkapnya, sembari berharap mie tarempa bisa dihadirkan pada event Best of Street Food Fiesta nanti.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, kuliner merupakan bisnis yang sempurna karena porsinya besar hingga 40 persen. Sayangnya, kuliner Indonesia saat ini belum memiliki national food. Ini karena Indonesia memiliki banyak makanan khas di daerah-daerah.

“Berdasarkan data yang ada, untuk pariwisata, sebanyak 30-40 persen pengeluaran orang adalah di kuliner. Dari ekonomi kreatif di Indonesia, 40 persen merupakan kuliner, 20 persen fashion, dan 15 persen craft,” bebernya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here