Wonderful Indonesia Eksplorasi Market Filipina

0
52

LIPUTAN1.COM, JAKARTA – Sebanyak 500 buyers asal Filipina antusias mendapatkan informasi dan paket pariwisata Indonesia. Informasi disampaikan 5 travel agent/travel operator (TA/TO) asal Surabaya dan Bali. Para TA/TO dibawa Kementerian Pariwisata untuk mengikuti International Travel Tour Expo (ITTE) 2019.

5 TA/TO yang terlibat adalah Dwi Daya Tour Bali, PT Golden Kris Tours, PT Smailing Tour, GTMC Philipine, dan BIC Tours. Mereka menyampaikan informasi kepada 500 buyers Filipina yang merupakan member aktif Philippines Travel Agencies Association (PTTA).

ITTE 2019 digelar 8-10 Februari, di SMX Convention Center, Manila, Filipina. Misi yang diemban adalah menjaring wisatawan Filipina sebanyak-banyaknya.

“Animo besar diperlihatkan publik Filipina dari ITTE 2019. Para buyers terlihat antusias dengan ragam paket wisata yang kami tawarkan. Progressnya positif. Secara profil, ITTE ini adalah pameran besar dan bergengsi di Filipina,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Senin (11/2).

ITTE 2019 adalah program B to B. Event ini digelar setiap tahun oleh Philippines Travel Agencies Association (PTTA). Rizki menambahkan, value menjanjikan didapatkan Wonderful Indonesia dari ITTE 2019.

“Ada banyak value yang kami dapatkan dari penyelenggaraan ITTE 2019 ini. Branding sukses dilakukan. Kami memang menempatkan Filipina sebagai pasar penting. Potensinya menjanjikan, makanya serius digali. Belum lagi, target besar sudah dibebankan kepada pasar Filipina ini,” terang Rizki lagi.

Pasar Filipina ditarget mampu menyumbann 260.000 wisatawan pada tahun ini. Jumlahnya naik 44,4% dari tahun 2018. Sepanjang tahun lalu, Filipina hanya dibebani target 180.000 orang wisatawan. Naiknya beban jadi treatment pendukung pemenuhan target kunjungan 20 Juta wisman pada 2019. Apalagi, secara teknis Filipina juga sangat kompetitif.

“Kami sangat percaya diri untuk memenuhi target kunjungan wisatawan Filipina. Basic mereka sangat menjanjikan di tahun 2018. Progressnya tumbuh signifikan. Untuk itu, kami ambil bagian di ITTE 2019. Bagaimanapun, potensi ini harus terus dipoles agar semakin optimal,” tegas Rizki.

Arus masuk wisatawan Filipina ini mampu surplus dari target 180.000 orang pada tahun lalu. Di rentang Januari-November 2018, jumlah wisatawan asal Filipina mencapai 198.182 orang. Menyisakan 1 bulan, realsiasi arus masuk wisatawan Filipina sudah surplus 10,1% atau 18.182 orang. Jumlahnya pasti terus menggelembung hingga akhir tahun 2018.

“Kami gembira dengan rapor ITTE 2019. Setelah penyelenggaraan pameran ini, arus masuk wisatawan Filipina akan pasti semakin deras. Ada banyak aspek yang menjanjikan dari pasar Filipina ini. Mereka tetap menempatkan Indonesia sebagai destinasi utama,” kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Muh Ricky Fauziyani.

Mengacu pergerakan wisatawan Filipina sepanjang Januari-November 2018, Bali ditempatkan sebagai favorit. Kunjungan wisatawan Filipina mencapai 79.396 orang. Strip berikutnya Jakarta dengan 53.646 orang, lalu 39.655 wisatawan masuk ke Batam. Surabaya ada di urutan 5 dengan slot 2.285 orang.

Ricky menuturkan, Surabaya menjadi destinasi ideal dengan atraksi luar biasa.

“Surabaya ini memiliki potensi besar. Ada banyak atraksi yang bisa ditawarkan kepada pasar Filipina. Potensi ini tentu kami dorong. Makanya, TA/TO dari Surabaya diberi slot di ITTE 2019,” kata Ricky lagi.

Pergerakan positif dari ITTE 2019 ini diapresiasi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menurutnya, ITTE menjadi media terbaik untuk memperbesar pergerakan wisatawan Filipina.

“Hasil dari ITTE ini positif. Industri pariwista bekerja sesuai yang diharapkan. ITTE ini menjadi salah satu cara yang akan menaikan arus masuk wisatawan Filipina. Atraksi, aksesibilitas, dan amenitas di Indonesia sangat bagus,” tutupnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here