Keberagaman Budaya Siap Ramaikan Festival Imlek Tanjung Pinang 2019

0
67

LIPUTAN1.COM, TANJUNG PINANG – Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sudah siap menggelar perayaan Cap Go Meh. Rangkaiannya super lengkap. Seluruhnya terangkum dalam Festival Imlek 2019. Selama 15 hari wisatawan akan dimanjakan oleh berbagai oleh berbagai sajian memukau, 5 -19 Februari 2019.

“Festival ini dikemas dengan konsep yang beragam. Bukan hanya mengangkat kebudayaan Tionghoa, tetapi juga mengangkat kebudayaan Nusantara. Kami ingin menampilkan betapa kayanya keberagaman budaya yang dimiliki Kepri,” ujar Kadispar Provinsi Kepri Boeralimar, Senin (11/2).

Beragam suguhan memang dihadirkan Festival Imlek di Tanjung Pinang. Dari bazar, pentas seni, pawai Imlek, Barongsai, hingga atraksi perahu naga. Bukan itu saja, festival ini juga menampilkan atraksi Reog, atraksi kuda lumping, band, pesta kembang api, hingga marching band.

Menurut Boeralimar, keberagaman yang dihadirkan bukan sebagai atraksi saja. Tetapi juga menunjukkan keharmonisan masyarakat Kepri. Hal ini sesuai dengan tema festival tersebut, yaitu “Mempersatukan Perbedaan dan Hidup Berdampingan Melalui Budaya”.

“Budaya itu merupakan salah satu kekuatan pariwisata Kepri. Keberagaman budaya yang kami punya menjadi sebuah keuntungan tersendiri. Karena menjadi atraksi wisata yang disukai wisatawan. Ini yang ingin kami tampilkan di festival ini. Tahun ini, Festival Imlek kami targetkan dapat menjaring 15.000 wisatawan nusantara (wisnus), serta 7.000 wisatawan mancanegara (wisman). Puncaknya tanggal 19 sudah pasti keren,” ucapnya.

Bagi Asdep Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati, Festival Imlek ini bukan sekadar perayaaan biasa. Perayaan Imlek di Tanjung Pinang memang selalu mengasikkan. Apalagi Tanjung Pinang didukung oleh berbagai destinasi yang mengasikkan. Hal ini tentunya tidaklah salah. Terbukti Pulau Bintan mendapat julukan pulau seribu Klenteng. Kaum Tionghoa di sini telah bermukim di sini berabad-abad yang lalu. Karena itu klenteng pun ada dimana-mana.

Ada Klenteng Avalokitesvara Graha yang termasuk Klenteng terbesar di Asia Tenggara. Klenteng ini menjadi pusat belajar biksu dari Malaysia, Singapura dan Thailand. Bahkan ada juga yang datang dari Tiongkok.

Selain itu ada Klenteng Senggarang atau juga dikenal dengan nama Vihara Dharma Sasana. Spot intagrameblenya banyak. Suasananya menyenangkan.

“Nah yang lagi hits saat ini ada Wihara Seribu Patung. Wihara ini dibangun pada tahun 2010 dengan struktur bangunan yang sangat megah serta otentik. Arsitektur yang dimilikinya juga unik dan tak kalah mempesonanya bila dibandingkan dengan wihara-wihara serupa yang ada di negeri Tiongkok. Makanya perayaan Imlek di Tanjung Pinang bakal mengasikkan. Makanya kami langsung action mendukung event ini,” ujar Dessy.

Suport besar memang selalu diberikan Kemenpar bagi pariwisata Kepri. Apalagi Kepri merupakan pintu masuk terbesar ke-3 wisman ke Indonesia. Selain itu Kepri memiliki aksebilitas serta amenitas yang mumpuni. Tentunya ini harus didukung pula dengan atraksi yang dapat memanjakan wisatawan.

“Tanjung Pinang merupakan ibukota dari Provinsi Kepri. Potensi pariwisatanya melimpah. Dari mulai alam, buatan hingga budaya. Ini akan terus kami maksimalkan untuk mendulang wisman di perbatasan. Kami akan terus mendorong peningkatan pariwisata di Kepri,” ujar Kabid Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Diana Tikupasang.

Menteri Pariwisata yang tengah gencar menggenjot angka kunjungan wisata pun mengamini. Menurutnya kota ini menawarkan segala yang dibutuhkan wisatawan. Kuatnya kultur Melayu yang berbaur manis dengan kultur Tionghoa serta nuasantara menjadi pemandangan yang tiada habisnya.

“Atraksinya? Sudahlah saya tidak perlu berbusa-busa, sudah pasti keren. Budayanya kuat, alamnya bagus, kulinernya wow, seni pertunjukan juga selalu konsisten. Amenitasnya sudah lengkap, mau penginapan kaki lima sampai hotel bintang lima ada disana. Aksesnya juga mudah. Jadi silakan ke Tanjung Pinang di Pulau Bintan, Kepri Saya jamin Anda bakal happy,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here