Iyeth Bustami Meriahkan Festival Penyengat 2019

0
26

LIPUTAN1.COM, TANJUNGPINANG – Festival Penyengat 2019 semakin glamor. Aroma dan rasa budaya Melayunya pun semakin kuat. Program Calendar of Event (CoE) 2019 Kemenpar tersebut menyajikan aksi Iyeth Bustami, Minggu (17/2), pukul 12.00 WIB. Penyanyi papan atas tanah air yang lekat dengan culture Melayu.

Dimulai 14-18 Februari, Festival Pulau Penyengat 2019 digelar di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Hegemoni festival dijamin semakin melejit dengan aksi Iyeth Bustami. Kehadiran Iyeth atas prakarsa dari Kemenpar. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengungkapkan, Iyeth akan menambah warna budaya Melayu dari Festival Penyengat.

“Festival Penyengat ini identik dengan budaya Melayu. Hal serupa melekat pada figur Iyeth Bustami. Jadi, kehadiran Iyeth ini merupakan paket terbaik. Festival Penyengat tahun ini akan semakin berwarna. Suasananya juga bertambah meriah,” ungkap Rizki, Selasa (12/2).

Memulai karir sejak 1994, Iyeth memang konsisten di genre Melayu dan dangdut. Pemiliki nama asli Sri Barat ini banyak memiliki koleksi genre Melayu. Salah satu album yang terkenal Zapin-Dut: Laksmana Raja di Laut (2003). Lagu andalannya Laksmana Raja di Laut pun meledak di pasaran. Pada tahun yang sama, Iyeth juga dinobatkan sebagai Penyanyi Wanita Terbaik versi Anugerah Dangdut TPI 2003.

Dengan karakter suara khasnya, Iyeth pun sudah memiliki sekitar 7 diskografi. Dibuat di rentang 1994-2011, diskografi Iyeth diantaranya Rumah Cinta, Cinta Hanya Sekali, Mana, juga Sudahlan. Penyanyi kelahiran Bengkalis, Riau, juga rutin muncul di layar televisi. Ada 4 program televisi yang dihandle-nya yaitu, Liga Dangdut Indonesia, D’Academy Asia, D’Academy, dan Kontes Dangdut Indonesia.

“Kehadiran Iyeth Bustami selalu menjadi daya tarik tersendiri. Iyeth sangat familiar dan aksinya selalu di nanti oleh publik. Dengan performa Iyeth di Festival Penyengat, kami optimistis arus wisatawan akan semakin besar. Total kunjungan wisatawan akan naik positif,” terang Kiki-sapaan Rizki Handayani.

Magnet Iyeth bisa mengacu Kenduri Seni Melayu 2018, 1-3 November silam, di Batam, Kepulauan Riau. Menjadi pembuka event, Kamis (1/11), aksi Iyeth mampu menarik animo wisatawan hingga 6.000 orang. Angka tersebut menempati slot 40% dari target 15.000 orang selama 3 hari event. Ada banyak hits yang disajikan Iyeth, seperti Laksmana Raja di Laut, Laela Canggung, Tanjung Katung, juga Yale Yale.

“Akan ada banyak lagu hits yang akan dibawakan Iyeth di Festival Penyengat ini. Iyeth juga biasanya suka menawarkan request lagu kepada pengunjung. Jadi, bukan hanya bergenbira, wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan Iyeth. Dia ini sangat ramah dan hangat kepada fans,” jelas Kiki lagi.

Menjadi bagian Festival Penyengat 2019, Iyeth Bustami otomatis berbagi space dengan sub event lainnya. Apalagi, Festival Penyengat sudah menyediakan banyak sub event. Genrenya, seperti budaya melayu, wisata sejarah, religi, hingga beragam lomba dan permainan tradisional. Warna kekinian bahkan muncul melalui Layar Tancap, Kamis (14/2), pukul 19.30 WIB di Balai Kelurahan, Pulau Penyengat.

“Komposisi konten Festival Penyengat 2019 memang semakin menarik dengan aksi Iyeth Bustami. Yang jelas penyelenggaraan Festival Penyengat secara keseluruhan jangan sampai terlewatkan. Sebab, ragam dan konten yang ditawarkan sangat menarik. Apalagi, event juga menyajikan banyak perlombaan,” jelas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Digelar hampir sepekan, Festival Penyengat memiliki sekitar 11 konten perlombaan. Pada hari pertama event, Kamis (14/2), ada Lomba Gurindam XII yang tersohor dan Lomba Napak Tilas Sejarah. Untuk hari ke-2, disajikan Lomba Berbalas Pantun, Kompang Kreasi, dan Dangkong. Varian perlombaan semakin berwarna pada Sabtu (16/2), seperti Kuliner, Lagu Melayu, Berzanji, Gasing, juga Baca Puisi.

“Silahkan datang ke Festival Penyengat 2019. Nikmatilah beragam budaya dan alam yang eksotis. Sebab, alam di Pulau Penyengat ini juga luar biasa. Yang jelas, segera atur perjalanan menuju Pulau Penyengat. Sebab, atraksi terbaik digelar di Festival Penyengat ini,” tegas Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Selain atraksi, aksesibilits menuju Pulau Penyengat juga sangat mudah. Sebab, ada banyak penerbangan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang. Dari Kota Tanjung Pinang, wisatawan pun bisa menyeberang melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Dermaga Penyengat. Moda transportasinya perahu pompom dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

“Festival Pulau Penyengat 2019 ini menjadi atraksi terbaik. Aksesibilitasnya juga mudah. Untuk amenitas pun pilihannya banyak. Ada banyak hotel atau penginapan di sana. Selama berada di Festival Penyengat ada banyak experience terbaik. Hal ini tentu sangat menginspirasi,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here