GNFY-Bali 2019 Diikuti Peserta dari 5 Benua

0
24

LIPUTAN1.COM, JAKARTA – Gran Fondo New York (GNFY)-Bali 2019 sukses menarik perhatian pembalap sepeda mancanegara. Buktinya, pembalap asal 5 benua akan memeriahkan event ini. GNFY-Bali 2019 akan digelar di Pulau Dewata, Minggu (24/2).

GNFY-Bali 2019 menargetkan peserta sebanyak 1.400 orang. Jumlah itu mengacu update Minggu (10/2). Start GNFY-Bali dilakukan dari Wyndham Tamansari Jivva Bali, Jalan Subak Lepang no. 16 Pantai Lepang, Klungkung, pukul 06.30 WITA.

“Animo publik sangat bagus. Jumlah peserta pasti akan terus bertambah. Masih ada sisa waktu menuju race. Balapan ini akan menjadi daya tarik. Karena digelar di Bali. Alam dan budayanya sangat eksotis. Ada banyak value yang akan didapat peserta GNFY-Bali 2019 ini,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Senin (11/2).

Sekitar 2 pekan sebelum lomba, peserta mancanegara yang sudah dipastikan ambil bagian sekitar 189 orang. Mereka datang dari 5 benua di dunia. Peserta asal Eropa berasal dari Inggris, Belanda, Italia, Prancis, Jerman, hingga Russia.

Sedangkan pembalap Asia yang ambil bagian antara lain Malaysia, Singapura, Jepang, juga Tiongkok. Ada juga peserta dari Benua Amerika. Tepatnya Amerika Serikat (AS), Kanada, Kolombia, dan Uruguay. Australia dan New Zealand menjadi wakil Benua Australia. Event ini juga diikuti pembalap sepeda asal Afrika Selatan.

Rizki menambahkan, sebaran peserta sangat bagus.

“Profil peserta sangat bagus. Sebarannya merata. Hal ini menjadi bukti daya tarik event dan Bali sebagai venue utamanya. Dengan sisa waktu yang ada, kami optimistis jumlah dan sebaran negara peserta akan semakin optimal lagi,” terang Kiki, sapaan Rizki Handayani.

Untuk peserta asing, Malaysia mengirim pembalap paling banyak. Sebanyak 43 pembalap. Diikuti Singapura dengan 21 peserta. Ada juga 16 rider Jerman, 15 peserta Australia, atau 12 orang rider AS. Sedangkan Afrika Selatan mengirim 3 pembalap.

Kiki mengatakan, kehadiran peserta asing bagus bagi pariwisata Pulau Dewata.

“Kehadiran peserta asing tentu sangat bagus bagi pariwisata Bali. Otomatis ada penambahan jumlah arus wismannya. Impact positifnya semakin meluas ke sektor ekonomi. Sebab, ada transaksi positif yang dihasilkan dari aktivitas event cycling marathon ini,” ujar Kiki.

Selain koneksi mencanegara, soliditas juga dimiliki peserta domestik. Profilnya luar biasa dengan slot dominan. Sebut saja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan keluarga yang bergabung di GNFY-Bali 2019. Ada juga Kapolda Maluku dan Kasdam Pattimura, selain 25 rider dari Korlantar Polri. Bergabung juga JuaraAsian Para Games M Fadly, Ketum ISSI, dan Ketum Bike to Work Indonesia.

“Semuanya bergabung di GNFY-Bali 2019. Jumlah publik figur yang bergabung tentu lebih banyak lagi. Mereka ini sangat tertarik dengan track balapan yang menyatu dengan keindahan alam Bali. Sembari berlomba, peserta menikmati keindahan Bali secara menyeluruh,” jelas Kiki lagi.

GNFY-Bali 2019 menawarkan sensasi long dan medium distance. Cycling marathon pada Long Distance menempuh jarak 134 Km. Kelas ini berstatus Gran Fondo-Race dengan rentang ketinggian 1.360 mdpl, panjang tanjakan 2.215 Meter, dan turunan 2.214 Meter. Long Distance 134 Km akan terbagi dalam 4 aid station plus 1 venue pos air minum.

“Sensasi terbaik ditawarkan GNFY-Bali 2019. Peserta bisa menikmati paket wisata lengkap. Suasana view eksotis pantai hingga kawasan pegunungan bisa dinikmati di sepanjang race. Yang jelas, event ini juga sangat ramah bagi keluarga. Jadi, kemeriahan GNFY-Bali jangan sampai terlewatkan,” terang Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Muh Ricky Fauziyani.

Bagaimana dengan Medium Distance? Kelas Medio Fondo ini adalah Non Race dengan jarak tempuh 90 Km. Medio Fondo-90 Km ini memiliki rentang ketinggian 603 mdpl. Total panjang tanjakan dan turunan masing-masing sekitar 1.189 Meter. Untuk kelas Medio Fondo-90 Km, lintasan akan terbaik dalam 2 aid station. Diantara kedua jarak stasiun ini, akan dilengkapi 1 zona air minum.

“GNFY-Bali 2019 ini luar biasa. Ada banyak negara yang terlibat sebagai peserta. Sejauh ini, persiapan secara teknis sudah maksimal. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait sudah dilakukan. Kami yakin, penyelenggaraan GNFY-2019 akan menuai sukses besar dan lancar,” tegas Ricky lagi.

Berstatus destinasi kelas dunia, venue GNFY-Bali 2019 menawarkan banyak kemudahan. Aksesibilitas udara banyak terhubung dengan banyak kota besar dunia. Flight melalui Singapura hanya 2,5 Jam, lalu 3 Jam ditempuh dari Perth (Australia). Ada banyak direct flight dari Eropa dan Amerika. Jalur lautnya bisa memakai kapal ferry lokal atau kapal pesiar mancanegara. Jalur darat bisa ditempuh dari Pulau Jawa.

“Bali ini destinasi luar biasa. Atraksi dan aksesibilitasnya sangat mudah. Sangat banyak pilihan direct flight menuju Bali dari kota besar di dunia. Untuk amenitasnya juga banyak pilihannya. Semuanya serba yang terbaik dengan varian harga ramah,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here