PLBN Jadi Ujung Tombak Datangkan Wisman di Kalimantan Barat

0
70

LIPUTAN1.COM, JAKARTA – Pariwisata adalah cara paling cepat untuk menghidupkan kegiatan ekonomi kawasan perbatasan. Untuk itu, Pemerintah memproyeksikan kawasan-kawasan perbatasan yang memiliki pos lintas batas negara (PLBN) menjadi destinasi wisata. Modal awalnya adalah tampilan fisik pos perbatasan yang cantik dan megah.

Hal ini terlihat dari 3 PLBN yang berada di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu PLBN Entikong, PLBN Badau, serta PLBN Aruk. Diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), ke-3 PLBN ini bertransformasi menjadi destinasi yang mempesona. Bangunan yang megah, dengan fasilitas lengkap menjadi kelebihannya.

“Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, namun menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan terutama lewat sektor pariwisata. Karena tak dapat dipungkiri jika sektor pariwisata merupakan cara cepat untuk membangun perekonomian di perbatasan,” terang Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, Senin (11/2).

Sebagai salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kalimantan Barat memiliki panjang perbatasan mencapai 996 km. Potensi sektor pariwisatanya pun melimpah. Selain itu kedekatan budaya serta kekeluargaan masyarakatnya pun sangat tinggi.

Hal ini membuat potensi perbatasan Kalimantan Barat sangat ideal untuk terus dikembangkan. Apalagi kini didukung dengan aksesibilitas yang mumpuni. Bahkan jalan paralel perbatasan ditargetkan tersambung pada akhir 2019.

“Potensinya sangat besar dan memiliki karakteristik berbeda dengan perbatasan lainnya di Indonesia. Seperti perbatasan antara Papua Barat dan Papua Nugini, atau Timor Leste dengan Timur Barat. Kedekatan kultural dan emosional menjadi nilai lebih dari PLBN yang ada di Kalimantan Barat,” ungkap Rizki.

Dengan berbagai kelebihan tersebut Kemenpar pun tak melewatkan kesempatan ini begitu saja. Berbagai langkah strategis untuk menghidupkan kepariwisataan di 3 PLBN tersebut terus dilakukan. Salah satunya dengan menggelar rutin berbagai atraksi pariwisata di 3 PLBN tersebut. Program ini terbukti sukses menggerakkan pariwisata perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Upaya untuk menarik wisatawan perbatasan terus kita lakukan. Saat ini program ini sukses dijalankan di Provinsi Kepulauan Riau. Karakteristiknya hampir sama dengan keunggulan kedekatan kultural dan emosional. Maka dari itu kami akan mendorong penyelenggaraan atraksi wisata lebih masif lagi di perbatasan Kalimantan Barat,” terang Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung.

Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono sebenarnya event-event yang diselenggarakan oleh Kemenpar sesungguhnya hanya sebagai trigger untuk mendorong kehidupan masyarakat di perbatasan.

“Namun demikian yang jauh lebih penting setelah event adalah, peranan pemerintah daerah harus lebih aktif dan terus menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan pariwisataan yang dilakukan oleh Pemda. Oleh sebab itu, peranan Pemda sangat penting bagi pengembangan ekonomi di kawasan perbatasan,”kata pria yang juga mantan Dosen itu.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya border area memiliki peranan penting. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya Menpar Arief ingin lebih agresif lagi bergerak di border area. Apalagi saat ini aksesibilitas di border area makin mumpuni di genjot oleh Presiden Joko Widodo. Ini menjadi keuntungan dalam menggerakkan wisman diperbatasan.

“Tourism itu mirip bisnis transportasi dan telekomunikasi. Membutuhkan kedekatan atau proximity, baik kedekatan budaya (culture), maupun kedekatan jarak. Ini berhasil dijalankan di Eropa. Karena itu, memperkuat border area adalah salah satu solusi bagi pencapaian target Kemenpar. Salah satunya menciptakan kantung-kantung destinasi baru yang digerakkan melalui atraksi pariwisata. Dengan itu pergerakan wisman di border area khususnya Kalimanatan Barat akan semakin besar lagi. Ke depannya PLBN bisa menjadi kekuatan budaya dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan, ” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here