Samosir akan Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Lewat CoE 2019

0
20

LIPUTAN1.COM, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir bersiap mendatangkan banyak wisatawan di tahun 2019. Untuk itu, serangkaian event disiapkan. Semuanya dirangkum dalam Calendar of Event 2019. Samosir juga menyiapkan Rancangan Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPO) untuk mengembangkan Danau Toba.

Dari beberapa kabupaten yang ada di Kawasan Danau Toba, hanya Samosir yang memiliki event di Calendar of Event nasional. Pada tahun ini, Horas Samosir Fiesta masuk dalam 100 Top Event Nasional.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Ombang Siboro menuturkan, arus kunjungan wisatawan ke Danau Toba akan maksimal tahun 2019. Karena, Samosir sudah menyiapkan beragam event terbaik.

“Kami yakin, jumlah kunjungan wisatawan ke Samosir akan meningkat. Kami saat ini masih melakukan finalisasi Calendar of Event Samosir 2019. Yang jelas sudah ada Horas Samosir Fiesta. Event ini menjadi gengsi daerah karena yang lain belum ada. Di sekitar Danau Toba, baru Samosir yang masuk 100 Top Event Nasional. Kalau event-eventnya sudah siap, pasti kami publikasikan,” tuturnya, Kamis (10/1).

Selain beragam atraksi, Samosir juga siap mengembangkan kawasan Danau Toba. Caranya melalui Rancangan Induk Pengembangan Objek Wisata (RIPO). Dalam RIPO tersebut, Samosir membagi potensi wisatanya menjadi 3 cluster besar. Ada Destinasi Wisata Unggulan, Destinasi Wisata Prioritas, hingga Destinasi Wisata Rintisan.

Berada di tengah Destinasi Super Prioritas Danau Toba, Samosir memang dituntut untuk terus mengembangkan pariwisatanya. Sebagai catatan, sepanjang 2018 angka kunjungan wisatawan di Samosir mencapai 378.649 orang.

Kunjungan wisatawan di tahun 2018 naik hingga 36,2% dari tahun sebelumnya. Rinciannya, 65.724 orang atau 17,3% merupakan wisman. Lalu, wisnusnya berjumlah 312.925. Menurut Ombang Siboro, aktivitas pariwisata memberikan impact positif bagi perekonomian makro.

“Upaya untuk mendatangkan wisatawan berhasil di 2018. Kenaikan wisatawannya signifikan 36,2%. Ini tentu menjadi keuntungan bagi Samosir. Masyarakat bisa optimal memanfaatkan aktivitas pariwisata ini melalui berbagai macam transaksi,” ungkapnya.

Keuntungan maksimal diraih Samosir dari aktivitas pariwisata 2017. Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik 81%. Total Kabupaten Samosir mendulang PAD Rp70,96 Miliar. Padahal di kurun waktu 2016, Samosir hanya meraih inkam Rp39,22 Miliar. Ombang menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan pun dibidik pada tahun 2019.

“Rapor pariwisata positif tentu harus dipertahankan. Untuk itu, tahun ini arus kunjungan wisatawan harus naik. Kenaikan juga harus signifikan. Kurang lebih gambarannya tahun 2018 kemarin. Sebab, kami memiliki potensi alam dan budaya yang luar biasa. Kami bangga, Danau Toba ini tetap menjadi destinasi utama para wisatawan,” lanjut Ombang lagi.

Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa mengatakan, Samosir jadi destinasi unggulan di area Danau Toba.

“Pertumbuhan Samosir sebagai destinasi pariwisata sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka ini memang sangat fokus membangun industrinya. Kekuatan alam dan budaya disinergikan jadi daya tarik yang menjanjikan,” kata Rizki.

Potensi pariwisata Samosir saat ini pun terpetakan. Kabupaten ini memiliki 10 Destinasi Wisata Unggulan. Ada juga 12 Desitinasi Wisata Prioritas, lalu 18 Destinasi Wisata Rintisan. Wanita yang biasa disapa Kiki ini juga menilai RIPO menjadi barometer pembanguan dan pengembangan pariwisata Danau Toba. Harapannya, kemajuan pariwisata Samosir secara berkala bisa diketahui. Muaranya tentu kenaikan PAD.

“Mereka memiliki konsep pengembangan pariwisata yang jelas. Evaluasi pasti akan diberlakukan secara rutin, lalu setiap destinasi tumbuh sesuai tahap cluster yang ditetapkan. Konsep ini layak ditiru daerah lain di Samosir. Sebab, karakternya relatif sama. Dengan begitu, upaya pengembangan infrastrukturnya semakin tepat sasaran,” tegasnya.

Kawasan Destinasi Super Prioritas Danau Toba sebelumnya mendapatkan optimalisasi akses udara. Area ini telah terhubung dengan Malaysia melalui Bandara Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII. Pada 2018, arus penumpang mengalami kenaikan 51%. Total ada 425.463 wisatawan. Frekuensi flight pun meningkat 22% atau 4.878 pergerakan pesawat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai Danau Toba unsur 3A yang luar biasa.

“Aspek atraksi, aksesibilitas, dan amenitas Kawasan Danau Toba ini merata bagusnya. Apa yang dibuat oleh Samosir memang luar biasa. Mereka optimalkans etiap potensiyag dimiliki. Semua tersusun dalam konsep yang jelas. Arahnya juga sangat jelas. Silahkan datang ke Danau Toba. Silahkan eksplorasi aneka eksotismenya. Sebab, area ini adalah destinasi terbaik,” tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here