Peserta Wonderful Startup Academy 2018 Meningkat 30%

0
67

LIPUTAN1.COM, JAKARTA – Wonderful Startup Academy (WSA) 2018 yang digagas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) makin diminati. Hingga saat ini tercatat pendaftar telah mencapai 236 orang. Jumlah ini meningkat lebih dari 30% dibandingkan batch pertama yang berjumlah 180 orang.

Peserta berasal dari berbagai daerah mulai dari Aceh sampai Papua. WSA batch 2 ini adalah kelanjutan dari sebelumnya tahun 2017. Kegiatan ini diprakarsai bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (KUKM) serta International Council for Small Business (ICSB) Indonesia.

Kegiatan Wonderful Startup Academy (WSA) kembali diselenggarakan tahun 2019 dan merupakan batch kedua. Kolega Coworking Space dan MDigi menjadi pelaksana program. WSA adalah kegiatan inkubasi pengembangan startup dan program percepatan bagi para startup yang fokus bergerak di bidang kepariwisataan.

Pendaftaran WSA batch 2 secara resmi dibuka langsung oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya sejak 20 Desember 2018 lalu. Menpar juga mengajak anak-anak muda dan para startup untuk mengikuti kegiatan WSA 2 yang akan ditutup pada 11 Januari 2019 mendatang.

Menpar Arief Yahya mengatakan, UKM pariwisata memang tidak secara langsung mendatangkan banyak wisman ke Tanah Air. Namun tentunya ikut berperan dalam berbagai hal, seperti mengembangkan sektor bisnis kepariwisataan Indonesia.

“Intinya begini, kita punya banyak koperasi dan UKM total lebih dari 50 juta. Untuk mengelola yang banyak ini tidak mungkin dengan cara biasa. Poin utamanya koperasi ini ingin kita kelola secara korporasi seperti perusahaan besar,” ujar Menpar Arief Yahya.

Hiramsyah S. Thaib, yang menjadi Dekan WSA, menyatakan, salah satu tujuan program ini adalah menciptakan ekosistem digital tourism di Indonesia.

“Saya yakin, kegiatan Wonderful Startup Academy dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan wisatawan mancanegara. Dengan demikian, Wonderful Startup Academy ini adalah kegiatan yang mendukung salah satu program pemerintah yaitu Program 10 Destinasi Pariwisata Prioritas,” ungkapnya.

WSA batch 2 memiliki durasi program yang lebih singkat, padat dan efektif. Proses seleksi untuk peserta dari awal telah melibatkan perusahaan modal ventura (venture capital).

Persyaratan untuk mengikuti yaitu startup yang telah menjalankan usaha selama 1-2 tahun sehingga lebih memahami proses bisnis. Selain itu, memiliki transaksi yang cukup baik, mempunyai produk yang layak jual yang berkaitan dengan industri pariwisata, baik itu berupa produk maupun layanan pendukungnya.

Adapun rangkaian kegiatan WSA batch 2 terdiri dari tiga tahap. Pertama, pendampingan satu bulab di co-working (creative camp) dalam bentuk edukasi secara umum tentang startup, pengetahuan kepariwisataan.

“Fase ini akan ada Hackathon untuk programer/marketer/manager dan arahan Dewan Penasehat,” terang Hiramsyah.

Kedua, inkubasi selama satu bulan (creative center) dalam bentuk validasi pelanggan, produk dan nilai bisnis. Dalam kegiatan ini dicek validasi yang berfokus pada topik training.

“Dan yang ketiga, akselerasi selama satu bulan (creative capital) validasi nilai dalam bentuk komersialisasi menggunakan metode 1 on 1 mentoring, demo day dan graduation,” tambah Hiramsyah.

Hiramsyah pun mengungkapkan keuntungan yang akan didapatkan peserta dalam program ini. Yakni pembinaan dari para mentor yang berasal dari kalangan pelaku bisnis, pemerintahan dan akademisi.

“Mereka dipastikan sangat mengerti dunia startup dan industri kecil menengah yang berfokus pada sektor pariwisata,” kata Hiram.

Keuntungan lainnya, peserta juga mendapatkan berbagai macam knowledge dari sesi yang diisi para CEO perusahaan ternama di Indonesia. Jaringan dan akses market dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah juga didapat.

“Market access pada sektor pariwisata yang difasilitasi oleh Kemenpar, Menkop UKM dan ICSB Indonesia. Juga berkesempatan mengikuti kunjungan ke kawasan industri UKM dan obyek wisata di Indonesia. Yang keren, bisa bertemu dengan para investor,” pungkas Hiramsyah.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here