Fenomena Aneh, Remaja Mabuk Pakai Rebusan Pembalut Wanita

0
111

Fenomena Aneh, Remaja Mabuk Pakai Rebusan Pembalut Wanita

Konsumsi air rebusan dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika yang dinilai mahal.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengendus adanya penyalahgunaan pembalut wanita di kalangan remaja. Mereka menggunakan air rebusannya agar dapat teler layaknya mengonsumsi narkotika.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menyampaikan, pihaknya tengah mendalami temuan tersebut.

“Jadi, pembalut bekas pakai itu direndam. Air rebusannya diminum,” kata Arman

Menurutnya, BNN telah menemukan kejadian itu di berbagai daerah di Jawa Tengah, yaitu di Grobogan, Kudus, Pati, Rembang hingga Kota Semarang bagian Timur.

Peminum air rebusan pembalut itu disebutkan masih termasuk ke dalam kategori remaja dengan usia 13-16 tahun.

Tak hanya di Jawa Tengah, kasus serupa juga ditemui di daerah-daerah sekitar Jakarta, seperti di Bekasi dan Karawang.

“Kami memang menerima informasi itu tidak hanya di Jawa Tengah. Tapi di Jawa Barat dan sekitar Jakarta juga kami temukan,” lanjutnya

“Ada anak-anak muda kita yang menggunakan kain pembalut wanita yang direbus, kemudian airnya diminum untuk bahan pengganti narkoba,” tambah dia.

Saat ini, fenomena ini menjadi perhatian khusus lantaran diduga ada bahan psikoaktif yang terkandung di dalam pembalut tersebut.

“Masih terus kami dalami, menurut mereka (pamakai) pembalut wanita mengandung bahan-bahan psikoaktif,” teeangnya

Arman mengaku belum mengetahui bahan psikoaktif apa yang terkandung di dalam pembalut, sehingga diperlukan pengujian melalui tes laboratorium untuk mengetahuinya.

“Jenisnya belum diketahui, masih diperlukan pendalaman dan pemeriksaan laboratorium,” ucap dia.

Bila terbukti memgandung zat psikoaktif, Arman menegaskan, tak akan segan melakukan tindakan sesuai aturan hukum.

“Pembalut kan barang legal, kemudian disalahgunakan, ini yang akan kami periksa kembali. Bila ada pelanggaran hukum kami akan lakukan penegakan hukum sesuai dengan aturan,” ucap dia.

“Kalau itu ketidaksengajaan atau ketidaktahuan, barang kali nanti kami akan lakukan pencegahan,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here