Keren, Kekayaan Budaya Raja Ampat Tersaji di Festival Pesona Bahari 2018

0
57

LIPUTAN1.COM– Festival Pesona Bahari Raja Ampat benar-benar keren. Dibuka di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Raja Ampat, Kamis (18/10), beragam budaya ditampilkan. Festival Pesona Bahari Raja Ampat dibuka Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty.

Atraksi keren sudah tersaji sejak awal wisatawan menginjakkan kaki di Pelabuhan Waisai. Teriakan Jo Suba, langsung menyambut wisatawan yang turun dari KM Sangiang. Jo Suba adalah bahasa Papua yang berarti selamat datang.

Setelah itu, Tarian Mansorada meluncur. Mansorada adalah tarian penyambutan kepada tamu. Atraksinya, memainkan alat musik tradisional tambur. Ketukan alat musik ini mengiringi gerakan penari. Puncaknya, perwakilan wisatawan diberikan topi tradisional. Setelah itu wisatawan menginjak air yang ada di baskom. Maknanya, agar wiaatawan yang hadir betah, selalu aman, selama di Raja Ampat.

Atraksi budaya kembali dihadirkan di Pantai WTC. Kali ini aksi ditampilkan anak-anak binaan sanggar Tari Mbilin Kayam, Waisai, Raja Ampat. Dengan alat musik tambur, mereka menyambut para tamu undangan. Selain itu, mereka juga menampilkan tari kreasi.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty, mengatakan Festival Pesona Bahari Raja Ampat sudah melewati tahapan kurasi yang ketat.

“Setiap event yang masuk dalam Calendar of Event Kementerian Pariwisata, sudah melewati tahapan kurasi. Semua hal kita nilai. Untuk urusan budaya kita ada timnya,” terangnya.

Esthy yang juga Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata, menilai kualitas Raja Ampat tidak perlu diragukan lagi.

“Raja Ampat adalah destinasi terbaik. Salah satu destinasi Indonesia yang berkualitas dunia. Jadi event ini tidak perlu lagi diragukan,” paparnya.

Nuansa budaya semakin kental dengan tampilnya ritual Sasi. Yang dipertunjukkan adalah Sasi Hutan dan Sasi Laut.

Sasi adalah ritual meminta izin dan syukur atas apa yang telah diberikan ke masyarakat. Ritual ini dibawakan dengan sangat apik oleh Suku Asmat asal Misool.

Suasana semakin seru saat penyanyi Edo Kondologit tampil. Penyanyi yang pernah ambil bagian di Asia Bagus dan Indonesia Idol itu bahkan mengajak para tamu undangan untuk menyanyi bersama.

Edo mengawali aksinya dengan lagu Nyiur Melambai. Lagu ini menggambarkan keindahan alam Indonesia. Termasuk Raja Ampat.

“Papua ini milik semua. Mau yang hitam putih, keriting lurus, ataupun sipit. Kita semua Papua. Ayo Kita bersama-sama menjaga tanah Papua yang Indah ini,” ajak Edo.

Tak lama, lagu Aku Papua mengalun. Edo mengajak tamu bernyanyi. Termasuk Esthy Reko Astuty. Satu-satu para undangan diajak mendendangkan lagu ini.

“Hitam kulit, keriting rambut aku Papua. Tapi karena Papua milik semua, kita ubah liriknya ya. Jadi hitam putih, keriting lurus,” ajaknya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat senang dengan festival ini. “Karena, tidak hanya memperlihatkan keindahan alam Raja Ampat yang sudah terkenal di dunia. Budayanya pun turut diperkenalkan,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here