Bupati Bekasi ternyata Sedang Hamil Empat Bulan

0
67
Bupati Bekasi ternyata Sedang Hamil Empat Bulan

Bupati Bekasi ternyata Sedang Hamil Empat Bulan

Hal ini disampaikan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah.

Febri membenarkan bahwa Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin (NNY) sedang dalam kondisi hamil empat bulan. ‎Neneng merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.

‎Neneng sendiri saat ini tengah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) KPK belakang Gedung Merah Putih Kavling K4. Awalnya, saat diperiksa tim dokter, Neneng membantah sedang Hamil. Tapi setelah dikonfirmasi kembali, Neneng mengakui bahwa sedang dalam kondisi hamil muda.

“Ketika ada kunjungan dokter menanyakan apakah benar dalam kondisi hamil, dan dia jawab ‘iya’. Jadi, sekitar tiga atau empat bulan (usia kehamilan),” kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

Febri menjelaskan, tim dokter akan memfasilitasi perawatan kesehatan bagi Neneng yang sedang hamil. Pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi pengecekan kehamilan rutin setiap bulannya. “Kalau ada keluhan-keluhan sakit, tentu saja seperti tersangka-tersangka lainnya dalam proses penahanan,” terangnya.

Menurut Febri, kondisi Neneng saat ini masih dapat mengonfirmasi sejumlah pertanyaan‎-pertanyaan yang diajukan penyidik. Sehingga, Febri memastikan penyidikan terhadap Neneng tidak akan terhambat meski dalam kondisi hamil.

“Kalau tetap menyampaikan informasi secara benar, tentu saja kondisi fisik atau psikisnya dalam kondisi baik. Tapi kalau misalkan ada problem kesehatan, silahkan disampaikan,” ungkapnya.

Neneng Hasanah Yasin (NNY) sendiri telah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta. Dia ditetapkan bersama-sama dengan Direktur Operasional (Diops) Lippo Group, Billy Sindoro.

Selain Nenang dan Billy, ‎KPK juga menetapkan tujuh orang lainnya yakni, dua konsultan Lippo Group, Taryadi (T) dan Fitra Djaja Purnama (FDP), serta Pegawai Lippo Group, Henry Jasmen (HJ).

Kemudian, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludin (J), Kepala Dinas Damkar Bekasi, Sahat ‎MBJ Nahar (SMN), Kepala Dinas DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati (DT) serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi (NR).

Diduga, Bupati Bekasi, Neneng Hasanah dan kroni-kroninya menerima hadiah atau janji dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta. Adapun, izin yang dimuluskan terkait proyek seluas 774 hektar yang dibagi dalam tiga tahapan.

Pemberian dalam perkara ini diduga sebagai bagian dari komitmen fee fase proyek pertama an bukan pemberian yang pertama dari total komitmen Rp13 miliar melalui sejumlah Dinas.

Namun, pemberian uang suap yang telah terealisasi untuk Bupati Bekasi dan kroni-kroninya yakni sekira Rp7 miliar. Uang Rp7 miliar tersebut telah diberikan para pengusaha Lippo Group kepada Bupati Neneng melalui para kepala dinas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here