Suparniyati Tidak Puas Meskipun Dapat Emas

0
26

Suparniyati Tidak Puas Meskipun Dapat Emas

JAKARTA – Atlet para atletik nomor tolak peluru putri kategori F20 asal Indonesia, Suparniyati, berhasil mendapatkan emas Asian Para Games 2018, Senin (8/10).

Meskipun emas sudah diraih, atlet disabilitas asal Riau ini tidak puas dengan hasil capaiannya itu. Menurutnya, dia tidak berhasil memecahkan rekornya sendiri.

“Sebelumnya belum pernah ketemu sama Jepang, saya grogi, saya juga enggak tahu cuma lemparan saya turun. Tolakannya buruk banget, saya enggak mecahin rekor saya sendiri. Kemarin 11,03 meter di ASEAN Para Games 2017 Malaysia, cuma sekarang turun 10.75 meter,” ujar Suparniyati, yang akrab dipanggil Parni.

“Pas latihan mencatat 11 meter, masih bertahan cuma enggak tahu pas bertanding sekarang,” tambah Suparniyati dengan gaya tersipu-sipu.

“Sebelum bertanding itu, malamnya enggak bisa tidur, soalnya aku merasa beda dengan ASEAN Para Games kemarin dan rasa takut masih ada,” katanya lagi.

Atlet yang pertama kali unjuk gigi dalam ajang Asian Para Games itu mengaku sudah beberapa kali mengikuti pertandingan di tingkat nasional sejak tahun 2009.

Suparniyati merasa tidak berhasil dan mengecewakan pelatihnya, karena, kata dia, target pelatih itu lebih dari 11 meter.*
[8/10 15:16] ‪+62 811-1928-797‬: *Bulutangkis Indonesia Turun di 25 Nomor*

JAKARTA – Indonesia turun di 25 nomor para bulu tangkis Asian Para Games 2018. Namun ada beberapa pertandingan di fase penyisihan gurp yang telah rampung sejak pagi di Istora Senayan, Jakarta, Senin (8/10).

Pertandingan pertama dibuka oleh partai ganda campuran antara pebulu tangkis senior Hary Susanto berpasangan dengan Leani Ratri Oktila. Mereka berhasil mengamankan kemenangan atas pasangan Jepang Tetsuo Ura/Noriko Ito dengan skor 21-10 dan 21-12 di Grup A kategori SL3-SU5.

Wakil kedua ganda campura Indonesa melalui Hikmat Ramdhani /Khalimatus Sadiyah Sukohandoko juga meraih kemenangan di Grup C kategori yang sama. Hikmat/Khalimatus mampu menumbangkan pasangan India Rakesh Pandey/Parul Parmar Dalshukbhai dengan skor 21-19 dan 21-10.

Khalimatus yang juga turun di sektor tunggal putri kembali mengamankan kemenangan di Grup B kategori SL4. Kali ini, ia meraih kemenangan dari rekan setimnya di National Paralympic Comittee (NPC) Adinda Nugraheni dengan skor 21-5 dan 21-3.

Pada pertandingan keempat, Muhammad Subhan dari kategori tunggal putra kursi roda (WH1) mampu meraih kemenanga dari wakil Filipina Jonas Abia. Subhan sukses mengamankan kemenangan dua game langsung 21-13 dan 21-9 di pertandingan Grup B.

“Kemenangan ini mungkin karena faktor lawan yang saya lihat grogi. Jadi saya enjoy saja, terus langsung saya tekan. Kalau persaingan di kelas saya (WH1) mungkin berimbang, mudah-mudahan ada harapan bisa melaju lebih jauh,” ujar atlet kelahiran Pangkalpilang, 10 Desember 1986 tersebut.

Indonesia masih menunjukkan tajinya di pertandingan kelima atara Leani Ratri Oktila melawan Chanida Srinavakul. Wakil tunggal putri Indonesia kategori SL4 itu mampu mengalahkan tunggal putri Thailand dengan skor 21- 5 dan 21-3 di Grup A.

Pertandingan keenam wakil Indonesia kembali menghadirkan “perang saudara” antara Rahayu Warining melawan Putu Christiani. Pertandingan tunggal putri kategori SU5 Grup B itu mampu dimenangkan Rahayu dengan skor 21-10 dan 21-12.

Sayang, Agung Widodo yang tampil di pertandingan ketujuh bagi Indonesia harus mengalami kekalahan. Wakil tunggal putra kategori kursi roda (WH1) dikalahkan atlet Jepang Hiroshi Murayama dengan skor 18-21 dan 10-21 di Grup A.

Maman Nurjaman menjadi wakil Indonesia di tunggal putra kategori SL3 yang turun di pertandingan kedelapan. Ia kembali menyumbang kemenangan bagi Indonesia setelah mengatasi wakil Korea, Chang Man Kim 21-9 dan 21-10 di Grup A.

Indonesia melanjutkan tren positif di pertandingan kesembilan setelah Dwiyoko meraih kemenangan atas Wan Ahmad Kamil Wan Zainal Adzwan. Wakil Malaysia itu dikandaskan dua game langsung 21-14 dan 21-16 di Grup B kategori SL3.

Ukun Rukaendi menjadi wakil Indonesia yang tampil di pertandingan kesepuluh babak penyisihan grup. Ia mampu mengatasi musuh lamanya, Muhammad Huzalri Abdul Malek, asal Malaysia lewat pertarungan sengit tiga game 18-21, 21-15, dan 21-15 di Grup D Kategori SL3.

“Kemarin di final Asian Para Games 2014 juga rubber game lawan dia, jadi memang musuh sudah lama. Dia sabar mainnya, jadi saya juga harus sabar, apalagi game pertama saya kalah karena permainan netting,” kata Ukun.

“Alhadulillah berkat doa semuanya, untuk melaju ke 16-besar sudah aman. Karena kemarin sudah dua kali menang. Partai selanjutnya lawan China, dia merupakan pemain baru tapi saya lihat kemarin bagus,” pungkasnya.

Indonesia masih menyisakan 15 pertandingan lagi di penyisihan grup hari ini. Salah satunya partai ganda putra andalan Tanah Air Hary Susanto/Ukun Rukaendi yang masih menyandang unggulan pertama dunia.

Mereka akan menghadapi wakil Taiwan, Hsing Chih Huang/En-Chuan Yeh di Grup A kategori SL3-4. Ukun pun menyimpan keoptimisan bisa mengatasi perlawanan pasangan Taiwan demi mempertahankan status unggulan pertama dunia.

“Kalau di ganda ya mudah-mudahan lah ingin mengulang yang sudah-sudah (menjadi juara dunia),” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here