Caci Maki Pelanggan, Driver Gojek dipecat

0
256
Go-Jek Sponsor Utama Persija Jakarta

Caci Maki Pelanggan, Driver Gojek dipecat

Nevi, salah seorang pelanggan ojek online di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengaku dicaci maki sopir Go-Jek melalui pesan singkat.

Bahasa yang disampaikanya pun sangat kasar dan mengandung pelecehan seksual.

Nevi dicaci maki driver Go-Jek karena membatalkan pesanan.

“Pas saya baca, benar-benar kaget saya.”

“Kok ada manusia yang ucapannya lebih hina dari binatang,” kata Nevi, Selasa (25/9/2018).

Nevi menceritakan, kejadian ini berawal saat dirinya hendak mengirimkan dokuman milik temannya di kawasan Batam Centre.

Karena dokumen itu harus segera dikirimkan ke temannya untuk dikirim ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), sehingga ia mencari ojek online yang cepat merespons.

“Saat pesan pertama saya mendapatkan si driver ini, namun karena lama akhirnya saya mencari driver lain, dan hal itu lebih kurang tiga kali saya mengganti driver karena lambatnya merespons.”

“Hingga akhirnya driver keempat pesanan saya itu berhasil dikirimkan,” jelas Nevi.

“Namun tanpa disangka-sangka driver pertama malah mengirimkan cacian kepada saya.”

“Tidak hanya sekali, cacian itu dikirimkan melalui pesan singkat lebih kurang 4 kali,” kata Nevi menambahkan.

Nevi menilai, kalau driver gojek tersebut baik dan bermoral, seharusnya memaklumi jika ada pelanggan membatalkan pesanan karena lambat merespons.

“Sang pelanggan memilih ojek online pasti karena ingin memaksimalkan waktu sebaik mungkin. ”

“Kalau harus menunggu lama, apa bedanya ojek online dengan transportasi lain pada umumnya.”

“Dan, tidak perlu mencaci maki pelanggannya karena melakukan cancel,” terang Nevi.

Nevi berharap ke depan manajemen Go-Jek lebih profesional dalam merekrut mitranya, karena bagaimanapun driver yang ada di lapangan mencerminkan baik buruknya perusahaan Go-jek itu sendiri.

Menanggapi keluhan pelanggan, Qori, bagian Oprasional Go-Jek Batam mengaku tidak bisa berkomentar banyak atas apa yang dilakukan driver Go-Jek di lapangan.

Qori beralasan tidak kompeten untuk memberikan pernyataan.

“Maaf saya tidak bisa memberikan statement dari kasus ini, sebab aturan di Go-Jek yang bisa menanggapi kasus ini hanya public relations Go-Jek yang ada di kantor pusat,” kata Qori.

Namun begitu, Qori mengatakan, pihaknya akan segera mengambil tindakan tegas terhadap mitranya yang sudah melakukan perbuatan tidak terpuji dengan diberhentikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here