Bonus Menunggu Maskapai yang Buka Rute Baru

0
220

LIPUTAN1.COM– PT Angkasa Pura (AP) I kembali menunjukkan komitmen untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata. AP I menyiapkan insentif untuk mendorong pertumbuhan trafik penumpang dan pergerakan pesawat udara.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I Devi Suradji dalam acara “Airlines Gathering Bandara SAMS Balikpapan 2018”, di Balikpapan, Senin (27/9).

Devi menambahkan program insentif juga diberikan untuk memperkuat dan mempertahankan jejaring (network) rute udara yang ada di bandara-bandara Angkasa Pura I.

“Secara garis besar, program insentif yang kami berikan adalah berupa new route incentive scheme atau skema insentif yang diberikan kepada maskapai yang melakukan pembukaan rute baru di bandara-bandara Angkasa Pura I, dan additional flight frequency incentive scheme atau skema insentif yang diberikan kepada maskapai yang melakukan penambahan frekuensi penerbangan atas rute yang sudah ada di bandara AP I,” katanya.

Devi menuturkan, new route incentive scheme tersebut berupa pembebasan biaya pendaratan (landing fee) selama setahun penuh. Skema intensif itu diperuntukkan bagi rute atau penerbangan baru domestik di semua bandara AP I. Terkecuali di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

“Pembebasan biaya landing fee selama setahun penuh bagi rute atau penerbangan baru internasional di semua bandara Angkasa Pura I kecuali di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Insentif untuk maskapai juga diberikan dalam bentuk pembebasan biaya aktivitas promosi maskapai di dalam perimeter bandara selama sebulan penuh dan pembebasan biaya aktivitas inagurasi pembukaan rute baru di bandara,” jelasnya.

Selain itu ada additional flight frequency incentive scheme. Yaitu berupa diskon biaya pendaratan (landing fee) sebesar 50% selama setahun penuh. Program ini diperuntukkan bagi maskapai yang melakukan penambahan frekuensi penerbangan domestik di 9 bandara AP I. Serta diskon 25% di Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Diskon ini tidak berlaku di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Sedangkan untuk penambahan frekuensi penerbangan internasional, berlaku diskon landing fee sebesar 50% selama setahun penuh di seluruh bandara AP I. Kecuali di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Adisutjipto Yogyakarta.

Dengan Program-program tersebut diharapkan dapat membantu maskapai dalam mengembangkan bisnisnya. Khususnya dalam pembukaan rute-rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan.

“Upaya ini merupakan bentuk kontribusi Angkasa Pura I dalam memajukan industri aviasi nasional, mendorong peningkatan lalu lintas transportasi udara, mengoptimalkan kinerja bandara. Sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata,” ucap Devi.

Kebijakan AP I mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata Arief Yahya. Karena penambahan rute baru pesawat sangat dibutuhkan. Pemberian insentif ini sangat kompetitif dan bagus bagi bisnis maskapai. Sehingga secara langsung dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Baik maskapai nasional maupun internasional, pasti akan tertarik. Sebab banyak daerah yang bandaranya di kelola AP I memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Potensi untuk terus tumbuh ke depan juga sangat besar. Regulasi AP I ini sangat brilian,” ungkap Menteri asal Banyuwangi tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here