Pengemudi Ojek Online Geruduk Kantor Gojek

0
385

Pengemudi Ojek Online Geruduk Kantor Gojek

Permasalahan insentif pada angkutan berbasis online yang dianggap terus berpihak pada pengelola bukan pada driver, tampaknya belum juga bisa terselesaikan hingga saat ini.

Teranyar ratusan pengemudi taksi online Go Car menggeruduk Kantor Manajemen Gojek di Komplek CBD Polonia. Para driver merasa dicurangi oleh pengelola.

Salah seorang pengemudi Go Car dari Asosiasi Driver Online (ADO) Sujadi Sandie (28) mengatakan sebenarnya tak banyak hal yang dituntut oleh para driver.

“Driver cuma menuntut kepada Aplikator untuk transparansi sistem bonus dan suspend sepihak,” kata Sujadi, Jumat (10/8/2018)

“Selain itu, kita juga agar di tinjau kembali akun yang disuspend tanpa proses banding yang baik dan terbuka,” sambungnya.

Sujadi menjelaskan bahwa skema pemberian bonus yang diberikan sekarang sudah sangat membebani driver. Karena dengan trip yang lebih banyak, tapi bonus yang didapat malah jadi lebih sedikit.

“Dulu 16 trip perjalanan dapat bonus minimal Rp 300 ribu minimal, tapi sekarang 18 trip bonus malah turun minimal hanya jadi 190 ribu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa untuk mencapai target 18 trip tersebut sangat sulit dicapai. Karena rata-rata perhari driver hanya mampu mencapai rata-rata 10 order, itupun sudah bekerja dari pagi hingga malam hari.

Masih kata Sujadi, padahal diawal kemunculannya dulu transportasi online Go Car ini sangat menjanjikan rata-rata perhari bonus yang bisa didapatkan oleh driver mencapai Rp 700 ribu, namun untuk saat ini untuk mencapai bonus segitu sudah sangat tidak mungkin.

“Harapan kami cuma minta dari segi tarif dimanusiakan karena mobil sendiri dan maintenance pribadi. Karena pembiayaan untuk bensin dan perawatan sebulan bisa capai Rp 3 juta rupiah,” kata Sujadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here