Tarlani, Penyumbang Masjid ini Ternyata Bandar Narkoba Pil PCC

0
181
Tarliani, Penyumbang Masjid ini Ternyata Bandar Narkoba Pil PCC

Tarlani, Penyumbang Masjid ini Ternyata Bandar Narkoba Pil PCC

Tarlani menjadikan rumahnya sebagai tempat produksi pil PCC. Pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu dikenal religius oleh warga Kavling DPR, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Dalam kasus ini, Polres Bandara Soekarno-Hatta menggerebek rumah Tarlani. Saat ditangkap, polisi berhasil mengamankan barang haram, yang terbagi dalam empat jenis narkoba.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Viktor Togi Tambunan memaparkan, narkoba tersebut diantaranya 475.000 butir pil PCC, Yarindo 1 juta butir, Trihexi 900.000 butir dan Zenith sebanyak 800.00 butir.

“Industri rumahan ini bisa produksi 30 ribu butir pil per hari, produksinya sudah aktif sejak Mei 2018. Saat ini sudah ada 10 orang tersangka yang telah kita amankan,” ujar Viktor di Tangerang, Senin (6/8/2018).

Viktor melanjutkan, pihaknya sejauh ini baru menemukan fakta bahwa barang haram tersebut disebar ke wilayah Makassar. “Kalau dari tujuan pengiriman paket, narkotika ini dikirim ke Makassar. Omset yang didapat dari industri rumahan ini, sekitar 9 miliar,” kata dia.

Sementara Ketua RT 06 RW 01, Joko mengaku tidak menyangka Tarlani terlibat bisnis haram. Tarlani yang ia kenal adalah seorang Ketua Lingkungan Masjid, yang juga bekerja sebagai pemasok jamu dan penjual air minum isi ulang.

“Kita taunya dia bisnis jamu, jadi dia hanya menerima order terus dikirim saja gitu. Terus dia sempat jual air isi ulang tapi lagi vakum sekarang,” tutur Joko.

Joko mengatakan, pria yang sudah memiliki tiga anak itu dikenal sebagai sosok yang religius. “Enggak nyangka kalau ternyata pekerjaan dia (Tarlani) begitu. Orang dia itu salah satu donatur utama buat pembangunan masjid di dekat sebelah rumahnya itu,” tuturnya.

Sementara itu, Vivi (63), salah seorang warga menyebut Tarlani sudah pernah berangkat haji. “Kita di sini kenalnya, ya sering manggil yang punya rumah itu ya Pak Haji Tarlani, gitu aja. Sering ada mobil bolak-balik tapi ya enggak tahu itu apa, aku enggak ngerti, ini saja aku kaget,” tukasnya.

Pantauan Okezone, rumah berlantai tiga milik Tarlani tampak megah. Alat-alat berupa tabung penampungan air isi ulang juga masih berada di teras rumah. Dari rumah bercat hijau tosca itu, polisi juga telah mengamankan alat-alat yang digunakan untuk memproduki barang haram tersebut.

Akibat perbuatannya, Tarlani dan 9 tersangka lainnya dijerat Pasal 114 Ayat 2 tentang Narkotika dengan hukuman pidana seumur hidup

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here