Destinasi Pariwisata Garut Siap Sambut Api Asian Games 2018

0
156

LIPUTAN1.COM, GARUT – Api Asian Games 2018 diperkirakan akan tiba di Kabupaten Garut pada Minggu (12/8). Di Garut, rencananya api akan di kirab sejauh 13 kilometer. Melintasi Jalan Raya Kadungora – Jalan Raya Leles – Jalan Otista – Jalan Cimanuk – Jalan, dan berakhir di Babancong. Dalam kirab ini, lima mantan atlet nasional akan dilibatkan untuk membawa lari estafet obor seberat 2,5 kilogram.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Garut memaksimalkan potensi destinasinya saat api Asian Games tiba. Sebab, Garut memiliki pemandangan yang indah, alam yang memesona dan masyarakat yang ramah. Hal tersebut merupakan salah satu modal besar untuk membangun pariwisata.

“Garut itu ada amenitas yang bisa berpindah-pindah. Contohnya saja seperti karavan, kemah, rumah telur. Itu semua termasuk amenitas yang bisa dipindah-pindah dan cocok untuk Garut, dengan pemandangannya yang indah,” katanya.

Menpar juga memastikan jika suatu daerah fokus terhadap pariwisata, maka dia menjamin pendapatan perkapitanya akan tinggi.

“Daerah-daerah yang fokus pariwisata pendapatan perkapitanya tinggi, indeks kebahagiaannya juga tinggi, Jadi jangan lupa berwisata ketika menyaksikan torch relay Asian Games 2018,” katanya.

Berikut 10 destinasi yang bisa di kunjungi ketika menyaksikan pawai Obor Asian Games 2018 di Garut.

1. Kebun mawar Situhapa

Kebun mawar Situhapa bukan sekadar penginapan biasa, tapi juga spot yang asyik untuk berwisata di taman yang menyenangkan.

Kebun Mawar Situhapa merupakan penginapan dengan konsep terbuka, namun juga memberi kesempatan kepada wisatawan lokal dan mancanegara untuk menikmati fasilitas taman yang mereka miliki, tanpa harus bermalam di sana.

Adalah panorama alam yang indah, bukan hanya di taman itu sendiri, tapi juga di lingkungan sekeliling, yang menjadi andalan Kebun Mawar Situhapa mengundang wisatawan datang. Dari sini, Anda tak hanya bisa melihat taman mawar yang indah, yang jenisnya berjumlah lebih dari 500, tapi juga bunga lain dengan warna yang tak kalah indah.

2.Gunung Guntur

Dari ketinggian 2.249 mdpl, dipastikan Anda bisa menikmati lanskap alam yang begitu indah dan memukau. Atau, jika berniat bermalam di puncak, panorama lampu kota akan menjadi suguhan menarik yang bisa Anda dapatkan.

Dengan jalur pendakian yang cukup merepotkan dan harus melalui tiga pos pendakian. Bisa berada di puncaknya tentu adalah sebuah prestasi tersendiri. Bonusnya adalah pemandangan istimewa deretan gunung di Jawa Barat, mulai dari Ciremai hingga Cikuray.

Sebelum sampai puncak pun Anda akan disajikan panorama savana yang indah. Rumput ilalang dan tanaman perdu lainnya memberikan atmosfer yang sulit dibedakan dengan savana di Taman Nasional Baluran.

3.Gunung Papandayan

Apa jadinya hutan tanpa dedaunan? Hasilnya adalah tempat berswafoto yang Instagenik.

Hutan mati ini menjadi saksi nyata kedigdayaan Gunung Papandayan yang meletus pada tahun 2002. Pepohonan di sana mati terbakar karena awan dan abu panas yang menyelimuti lereng gunung tersebut.

Kawasan Hutan Mati menyajikan pemandangan pohon-pohon yang kering tanpa daun dan beberapa pohon bahkan sudah terlihat menghitam. Meskipun terkesan agak suram dan sedikit berkabut namun dibalik itu, Hutan Mati memiliki daya tarik tersendiri. Pesona kesuraman pohon-pohon kering berpadu dengan hamparan tanah putih ini menjadi pemandangan yang indah.

Untuk bisa sampai ke spot ini juga tidak sulit. Dari tempat parkir kendaraan di Camp David, Anda cukup trekking selama beberapa menit untuk bisa langsung berfoto dan menikmati panorama alam hutan mati ini.

4.Batu Tumpang

Bagi penikmat dan penghobi wall climbing, Batu Tumpang adalah salah satu spot di Garut yang harus ditaklukkan.

Tebing alam dengan ketinggian kurang lebih 150 meter ini menawarkan tantangan tersendiri. Tebing terjal tersebut juga ‘mengundang’ siapa pun untuk menaklukkan ketinggiannya dengan merayap di lerengnya.

Bonusnya adalah ketika sampai di puncak. Anda bisa menyaksikan bukit-bukit perkebunan teh yang berada di sekeliling tebing, juga pepohonan pinus di kejauhan.

5.Gunung Piramida Sadahurip

Gunung Sadahurip memiliki misterinya sendiri. Sampai saat ini, pertanyaan besar yang menggantung mengenai gunung ini tak juga terjawab.

Misteri yang dimaksud tentunya adalah apakah benar ada piramida dan harta karun tersembunyi di bawah gunung tersebut. Bayangkan kalau benar-benar ada, maka dipastikan ini adalah piramida terbesar di dunia!

Terlepas dari itu, Gunung Sadahurip memiliki keunikannya sendiri. Bukan hanya karena bentuknya, yang nyaris simetris berbentuk piramida di Mesir, tapi juga apa yang ada di lerengnya, yang dijadikan lahan pertanian dan perkebunan oleh penduduk setempat.

Sementara view di sekitar gunung Sadahurip juga bagus, lanskapnya khas Garut, dengan perbukitan nan hijau. Tak ada salahnya juga bila Anda naik ke puncaknya dan berfoto di sana dengan background lanskap tersebut. Hasilnya dijamin oke banget!

6.Pemandian Air Panas Sukasono

Garut merupakan gudangnya sumber mata air panas. Namun yang satu ini benar-benar unik dan berbeda.

Pemandian Sukasono berada di tengah-tengah areal persawahan. Awalnya hanya dijadikan sebagai sumber air untuk mandi warga setempat, namun kini tempat ini di-upgrade dan dijadikan spot wisata baru.

Uniknya, meski lokasinya jauh dari gunung berapi, namun air yang mengalir di pemandian ini merupakan air panas alami.

Di tempat ini ada tiga buah kolam: dua buah kolam renang dan satu buah kolam ikan yang besar. Untuk dewasa, kedalaman kolamnya sekitar 1- 1,5 m. Sedangkan kolam untuk anak kecil, kedalamannya hanya kurang dari setengah meter saja.

Sembari berenang dan berendam menghangatkan tubuh di sini, Anda akan disuguhkan kemegahan Gunung Papandayan dari kejauhan serta jajaran pepohonan hijau nan asri.

7. Pantai Santolo

Pantai ini merupakan pantai berpasir putih yang memiliki garis pantai yang cukup panjang. Di pantai ini terdapat sebuah pulau kecil yang namanya sama dengan nama pantai, Sontolo.

Ada sebuah jembatan yang menghubungkan antara pantai dengan pulau. Namun, kondisinya sudah rusak parah sehingga sangat berbahaya jika menyebrang menggunakan jembatan ini.

Di ujung timur pantai ini ada sebuah muara dari sungai Cilauteureun. Ada sebuah fenomena unik yang terjadi di muara ini saat air laut sedang pasang. Air yang berasal dari pantai akan mengalir ke muara tersebut. Bukan malah sebaliknya. Lokasi pantai ini berada di Kecamatan Cikelet.

8.Pantai Taman Manalusu

Masih di daerah pesisir, ada satu lagi pantai yang akan menghadirkan suasana tenang bagi pengunjungnya. Pantai ini bernama Pantai Taman Manalusu. Pantai ini termasuk pantai yang anti mainstream di Garut sehingga tidak banyak orang yang datang ke pantai ini

Pantai ini memang tidak memiliki pasir putih seperti Pantai Santolo. Namun, suasana hening dan natural yang ada di pantai ini akan membuat kita kerasan.

9.Curug Orok

Kembali ke wisata air terjun. Ada sebuah air terjun indah di desa Cikandang, kecamatan Cikajang. Namanya adalah Curug Orok. Curug ini terdiri dari sebuah curug utama yang memiliki tinggi sekitar 45 meter serta beberapa curug yang berukuran lebih kecil. Ada sebuah cerita sedih di balik keindahan curug ini.

Menurut cerita masyarakat setempat, ada seorang ibu muda yang membuang bayinya dari ketinggian air terjun ini. Peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 1968. Itulah sebabnya air terjun ini dinamakan Curug Orok. Lokasi air terjun ini berada di kaki Gunung Papandayan pada ketinggian sekitar 250 mdpl.

10. Perkebunan Teh Dayeuh Manggung

Tempat bernuansa alam yang juga bisa memberikan rasa tenang adalah Perkebunen Teh Dayeuh Manggung. Sebagaimana perkebunan teh pada umumnya, di tempat ini kita juga akan disuguhi oleh pemandangan hijau yang begitu menawan. Sepanjang mata memandang, hanya hijau yang ada.

Pemandangan seperti ini selalu bisa memberikan ketenangan di mata dan di hati. Sedangkan bagi penggemar fotografi, tempat semacam ini adalah objek foto yang sayang untuk dilewatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here