Kartunis Gambar Perdana Menteri Israel Sebagai Babi Akhirnya Dipecat

0
187
Pemecatan Katz mendapat simpati dari sesama kartunis. Kartunis Amerika Serikat pemenang beberapa penghargaan internasional, Ted Rall, mengkritik keras pemecatan Katz. "Dia melakukan pekerjaannya, yaitu mengkritik orang kaya, orang yang berkuasa, dan penindas. Jerusalem Post membuat keputusan menjijikkan dengan melakukan pemecatan. Tidak diragukan lagi keputusan ini diambil karena ada keluhan atau tekanan dari kubu politik kanan Israel, dan mungkin pejabat di pemerintah, "kata Rall, sebagaimana dilansir Sputnik pada Kamis (26/7/2018). Rall menegaskan bahwa kasus Katz membuktikan betapa kuatnya pengaruh kartun. Ia mengkritik Jerusalem Post yang menurutnya hanya menginginkan kartunis yang sudah jinak, bukan kartunis yang dapat menjalankan peran jurnalistiknya dengan baik. "Mereka ingin pekerja yang jinak. Jika mereka menginginkan pekerjaan juernalistik yang baik, mereka akan merekrut kartunis yang kritis. Dan mereka pasti tidak akan memecat kartunis yang menghasilkan karya yang menendang pantat politisi," tambah Rall. Pemecatan kartunis ini bukan yang pertama yang terjadi bulan ini. Rogers, kartunis Pittsburgh Post-Gazette, awal bulan ini dipecat karena karyanya mengritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump. []

Kartunis Gambar Perdana Menteri Israel Sebagai Babi Akhirnya Dipecat

Seorang kartunis di Israel dipecat penerbit tempatnya bekerja lantaran menggambar Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sebagai babi. Dia melakukannya dalam sebuah karya untuk satir politik.

Dilansir AFP, Jumat (27/7/2018), majalah Jerusalem Report menerbitkan karya dari kartunis Avi Katz.

Katz dipecat setelah kartunnya menggambarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan anggota parlemen Likud lainnya sebagai babi dari “Animal Farm” milik George Orwell.

Katz termasuk kartunis senior. Ia bekerja untuk Jerusalem Post sudah hampir tiga dasawarsa. Kartun Katz ini berkaitan dengan terbentuknya undang-undang baru di Israel yang mengesahkan Israel sebagai “negara-bangsa Yahudi”. UU tersebut di protes banyak kalangan, karena sangat rasis dan menempatkan rakyat Pelestina sebagai warga kelas dua.

Kartun Katz mengkritik soal pengesahan UU ini. Digambarkan sosok Netanyahu dan petinggi Partai Likud sedang berselfie ria setelah UU tersebut disahkan. Wajah mereka dibuat menyerupai babi.

Pada sketsa, kepala Netanyahu digantikan dengan kepala babi. Gambar itu langsung memancing kemarahan warga di Israel sebab babi merupakan salah satu hewan yang dilarang dimakan dalam hukum Yahudi.

Pemecatan Katz mendapat simpati dari sesama kartunis. Kartunis Amerika Serikat pemenang beberapa penghargaan internasional, Ted Rall, mengkritik keras pemecatan Katz.

“Dia melakukan pekerjaannya, yaitu mengkritik orang kaya, orang yang berkuasa, dan penindas. Jerusalem Post membuat keputusan menjijikkan dengan melakukan pemecatan. Tidak diragukan lagi keputusan ini diambil karena ada keluhan atau tekanan dari kubu politik kanan Israel, dan mungkin pejabat di pemerintah, “kata Rall, sebagaimana dilansir Sputnik pada Kamis (26/7/2018).

Rall menegaskan bahwa kasus Katz membuktikan betapa kuatnya pengaruh kartun. Ia mengkritik Jerusalem Post yang menurutnya hanya menginginkan kartunis yang sudah jinak, bukan kartunis yang dapat menjalankan peran jurnalistiknya dengan baik.

“Mereka ingin pekerja yang jinak. Jika mereka menginginkan pekerjaan juernalistik yang baik, mereka akan merekrut kartunis yang kritis. Dan mereka pasti tidak akan memecat kartunis yang menghasilkan karya yang menendang pantat politisi,” tambah Rall.

Pemecatan kartunis ini bukan yang pertama yang terjadi bulan ini. Rogers, kartunis Pittsburgh Post-Gazette, awal bulan ini dipecat karena karyanya mengritik Presiden Amerika Serikat Donald Trump. []

Jerusalem Post kemudian menerbitkan permintaan maaf terkait gambar yang memicu kemarahan dari warga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here